Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gudang Bulog Penuh Sesak, Amran Minta Tambahan Anggaran ke Purbaya

Gudang Bulog Penuh Sesak,  Amran Minta Tambahan Anggaran ke Purbaya Kredit Foto: Youtube Perekonomian RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta tambahan anggaran untuk penyerapan dan penyimpanan beras nasional menyusul penuhnya kapasitas gudang Bulog, seiring lonjakan produksi beras yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Ia mengungkapkan, stok beras nasional saat ini mendekati 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan berpotensi meningkat menjadi 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan. Sementara itu, kapasitas gudang Perum Bulog hanya sekitar 3 juta ton, sehingga membutuhkan dukungan anggaran tambahan untuk sewa gudang dan penguatan logistik.

“Sekarang kita sudah sewa gudang sekitar 1 juta ton kapasitas. Produksi beras kita meningkat tajam. Kemungkinan tiga bulan ke depan itu 6 juta ton, sedangkan kapasitas gudang hanya 3 juta ton,” ujar Amran, dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026), di hadapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan jajaran ekonomi pemerintah.

Baca Juga: Pecah Rekor, Tingkat Konsumsi Beras Jadi yang Paling Terendah

Ia menegaskan permintaan tersebut bukan untuk menambah belanja sektor pertanian, melainkan untuk memastikan hasil produksi petani dapat diserap optimal tanpa menekan harga di tingkat produsen.

Amran menyebut, peningkatan produksi terjadi seiring deregulasi besar-besaran dan efisiensi kebijakan pertanian. Penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) beras Rp6.500 per kilogram telah mendorong pendapatan petani hingga Rp132 triliun dan mengangkat Nilai Tukar Petani (NTP) ke level 125, tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga: Batas Pembelian Beras SPHP Masyarakat Naik Jadi 25 Kg

Lonjakan produksi juga didukung modernisasi pertanian dan kebijakan pompanisasi saat fenomena El Nino, yang menjaga produktivitas meski terjadi kekeringan. Menurut Amran, kondisi ini membuat pasokan beras melimpah, baik di gudang pemerintah maupun di sektor swasta seperti hotel, restoran, dan perumahan.

“Beras yang ada di hotel, restoran, dan perumahan itu tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 12 juta ton, naik sekitar 47%,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: