Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amran Klaim NTP Petani Tertinggi Sepanjang Sejarah

Amran Klaim NTP Petani Tertinggi Sepanjang Sejarah Kredit Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, seiring rangkaian deregulasi, efisiensi anggaran, dan transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern.

Ia menegaskan capaian NTP mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani yang didorong oleh perbaikan harga hasil panen, penurunan biaya produksi, dan percepatan distribusi sarana produksi.

“Hasilnya adalah meningkatkan NTP petani 125 dan tertinggi sepanjang sejarah. Ini hasil kerja kita semua,” ujar Amran, dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). 

Amran menjelaskan, kenaikan NTP ditopang kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) beras yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga meningkatkan pendapatan petani hingga Rp132 triliun. Kebijakan tersebut berjalan beriringan dengan deregulasi sektor pertanian dan perbaikan tata niaga.

Baca Juga: Produksi Beras Naik, Amran Ungkap Indonesia Capai Swasembada

Selain kebijakan harga, Kementerian Pertanian melakukan deregulasi besar-besaran dengan mencabut 547 regulasi internal untuk mempercepat pengambilan keputusan dan distribusi. Deregulasi ini menyederhanakan proses yang sebelumnya menghambat penyaluran pupuk dan sarana produksi saat musim tanam.

Amran mencontohkan reformasi distribusi pupuk yang sebelumnya diatur oleh 145 regulasi dan memerlukan persetujuan berlapis, kini dipangkas menjadi tiga jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia dan petani. Dampaknya, biaya pupuk turun 20% dan volume distribusi meningkat 700.000 ton tanpa tambahan anggaran.

Baca Juga: Gudang Bulog Penuh Sesak, Amran Minta Tambahan Anggaran ke Purbaya

Transformasi pertanian juga menjadi faktor kunci. Modernisasi alat dan mesin pertanian meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Amran menyebut, mekanisasi memungkinkan satu orang petani mengelola hingga 25 hektare lahan dalam satu hari dengan bantuan teknologi seperti combine harvester dan drone, dibanding sebelumnya satu hektare membutuhkan sekitar 25 orang.

Modernisasi tersebut meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi tiga kali tanam per tahun, sekaligus menurunkan biaya produksi hingga 50%. Efisiensi ini berkontribusi langsung pada perbaikan pendapatan petani dan penguatan NTP.

Dalam menghadapi fenomena El Nino terberat sepanjang sejarah, Kementerian Pertanian mengalihkan anggaran nonprioritas seperti seminar dan perjalanan dinas untuk pengadaan pompa air. Langkah ini menjaga produksi tetap tumbuh dan menopang kesejahteraan petani di tengah risiko kekeringan.

Amran menegaskan bahwa capaian NTP 125 menjadi indikator bahwa kebijakan deregulasi dan modernisasi pertanian berjalan efektif dan berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: