Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pendapatan Susut, HAIS Siapkan Strategi Adaptif Hadapi Tantangan 2026

Pendapatan Susut, HAIS Siapkan Strategi Adaptif Hadapi Tantangan 2026 Kredit Foto: Hasnur Internasional Shipping
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menatap tahun 2026 dengan sikap hati-hati di tengah tekanan yang masih membayangi industri logistik dan pelayaran komoditas.

Perseroan menyoroti wacana peningkatan Domestic Market Obligation (DMO), kebijakan pengendalian produksi batu bara nasional yang berdampak pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang, hingga tekanan harga batu bara global.

Menghadapi kondisi tersebut, HAIS memilih pendekatan yang lebih adaptif. Fokus utama diarahkan pada pengelolaan kapasitas armada secara selektif, penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan utama, serta optimalisasi efisiensi operasional.

Strategi ini ditujukan untuk menjaga kesinambungan kinerja di tengah volatilitas pasar sekaligus memastikan fleksibilitas dalam merespons perubahan kebijakan dan dinamika industri.

Baca Juga: Perkuat Keandalan Operasional, Emiten Logistik HAIS Tambah Armada Baru

Sepanjang 2025, Perseroan membukukan pendapatan Rp880,58 miliar, turun 13,51% dari pendapatan 2024 yang mencapai Rp1,02 triliun. Adapun laba bersihnya Rp87,12 miliar, mencerminkan fase penguatan fundamental bisnis di tengah tekanan pasar global, faktor geopolitik, hingga cuaca ekstrem yang memengaruhi industri pelayaran.

Pendapatan tersebut ditopang volume kargo sebesar 10,57 juta metrik ton (MT) sepanjang 2025, atau turun 12,56% dibandingkan 12,09 juta MT pada 2024. Batu bara tetap menjadi komoditas dominan yang diangkut armada Perseroan, selain gypsum dan batu split.

Penyesuaian volume dilakukan secara selektif sebagai bagian dari strategi menjaga kualitas pendapatan, efisiensi operasional, dan optimalisasi utilisasi armada pada rute serta pelanggan bernilai tambah.

“Tahun 2025 kami manfaatkan sebagai periode untuk memperkuat fondasi bisnis. Fokus kami adalah menjaga kualitas pendapatan, memastikan arus kas operasional yang sehat, serta meningkatkan keandalan operasional armada. Strategi ini kami jalankan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” ujar Direktur Keuangan HAIS, Rickie.

Dalam upaya menjaga ketahanan kinerja dan pertumbuhan, Perseroan melakukan investasi strategis sepanjang 2025 dengan menambah empat set armada baru.

Dengan penambahan tersebut, total armada HAIS per Desember 2025 menjadi 23 set tugboat dan barge. Langkah ini turut mendorong pertumbuhan aset sebesar 27,91% menjadi Rp1,53 triliun dari Rp1,20 triliun pada 2024.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Bisnis 2026, Hasnur Group Perkuat Tim dengan Tata Kelola dan Budaya Kerja

Selain ekspansi armada, Perseroan memperkuat kapabilitas operasional melalui bisnis floating loading facilities (FLF) lewat entitas anak PT Hasnur Resources Terminal.

Perusahaan tersebut membentuk joint venture dengan PT Multi Guna Maritim bernama PT Hasnur Multi Sinergi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di industri logistik maritim. Bisnis FLF ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

“Perseroan juga terus mengevaluasi peluang diversifikasi layanan dan penguatan model bisnis guna memperluas sumber pendapatan serta mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Dengan disiplin operasional dan fondasi keuangan yang terjaga, HAIS memandang tahun 2026 sebagai periode pengelolaan risiko dan penyesuaian strategis untuk mendukung keberlanjutan usaha jangka panjang,” tutup Rickie.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: