Gandeng Jamdatun Kejagung, Krakatau Steel Perkuat Mitigasi Risiko di Ekosistem Danantara
Kredit Foto: Krakatau Steel
Selain penguatan tata kelola, Krakatau Steel juga tengah mempersiapkan proyek hilirisasi pasir besi dan nickel oremelalui pembangunan fasilitas stainless steel dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp30 triliun. Proyek tersebut masuk dalam agenda pengembangan rantai pasok industri strategis nasional.
Manajemen menyebut, sinergi dengan Jamdatun ditujukan untuk memastikan seluruh tahapan investasi strategis berjalan akuntabel dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, termasuk dalam pengadaan, kerja sama, dan struktur pembiayaan.
Dalam kesempatan yang sama, Jamdatun R. Narendra Jatna menekankan pentingnya integritas dan sikap kehati-hatian dalam pengambilan keputusan korporasi. Menanggapi hal tersebut, Akbar menyatakan kepemimpinan di Krakatau Steel menempatkan aspek akuntabilitas sebagai prinsip utama.
Baca Juga: Danantara Perkuat Baja Nasional, Krakatau Steel Bakal Bangun Pabrik Baja 3 Juta Ton
“Direksi digaji oleh rakyat. Amanah ini harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Dengan pengawalan Jamdatun, kami berkomitmen menjadikan Krakatau Steel sebagai role model BUMN yang on track dan compliant,” ujar Akbar.
Sebagai bagian dari penguatan internal, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sesi berbagi terkait penerapan Business Judgment Rule (BJR) sebagaimana diatur dalam perubahan Undang-Undang BUMN. Pemahaman BJR diharapkan memberikan landasan hukum bagi manajemen dalam mengambil keputusan strategis berbasis itikad baik dan kehati-hatian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: