Kredit Foto: Perminas
CEO Danantara Rosan Roeslani menilai langkah ini sebagai bagian integral dari upaya mengintegrasikan agenda hilirisasi nasional.
Menurutnya, penguatan rantai pasok mineral kritis menjadi fondasi utama bagi daya saing industri masa depan.
"Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis, serta kemampuan mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global."
"Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut, dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan," ujar Rosan.
Baca Juga: PHR Pompa 1.274 Barel Minyak per Hari dari Sumur Libo SE #86
Secara teknis, kesepakatan ini mengincar integrasi hulu-hilir yang menghubungkan deposit mineral di Afrika dengan kapasitas manufaktur di dalam negeri.
Secara spesifik, kedua belah pihak akan mengevaluasi potensi sumber daya Niobium dan Rare Earth Elements (REE) di wilayah Maboumine, Gabon, untuk kemudian diolah melalui inisiatif hilirisasi di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus