Kredit Foto: Perminas
Kerja sama ini tidak hanya menyentuh sektor hulu, tetapi juga diproyeksikan hingga ke produk akhir bernilai tambah tinggi.
Melalui pembentukan Joint Working Group, kolaborasi ini akan mengkaji pembangunan fasilitas pemisahan, pemurnian, hingga manufaktur magnet permanen.
Komponen seperti neodymium dan praseodymium nantinya akan menjadi pilar utama bagi ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan global.
Optimisme terhadap kapasitas industri nasional pun ditegaskan oleh Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto.
Ia memandang kemitraan lintas benua ini sebagai rekognisi internasional terhadap kapabilitas sektor mineral Indonesia.
"Melalui kemitraan ini, Indonesia bertujuan mendorong pengembangan industri dalam negeri sekaligus memperkuat partisipasinya dalam pasar mineral kritis global," terang Brian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus