Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Pengelolaan Sampah PSEL Legok Nangka

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Pengelolaan Sampah PSEL Legok Nangka Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Kabupaten Bandung -

KABUPTEN BANDUNG,– PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan pemerintah melalui pembelian listrik yang dihasilkan dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Proyek strategis yang saat ini memasuki tahap konstruksi tersebut menjadi salah satu solusi terpadu untuk menangani persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi bersih bagi masyarakat.

PSEL Legok Nangka ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2029 dengan kapasitas pembangkit sebesar 40,79 Mega Watt (MW) dan potensi produksi energi listrik mencapai 310 Gigawatt-hour (GWh) per tahun. Fasilitas ini juga mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari yang berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut. Kehadiran PSEL Legok Nangka diproyeksikan mampu menangani sekitar 13,71 persen dari total timbunan sampah di Jawa Barat, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan sampah regional.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan proyek tersebut, pada Maret 2026 PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) selaku badan usaha pelaksana proyek yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui perjanjian tersebut, PLN akan menjadi pembeli tunggal listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka selama periode 20 tahun dan menyalurkannya kepada masyarakat melalui sistem kelistrikan nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengatakan bahwa PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan sampah perkotaan sekaligus mengembangkan pemanfaatannya menjadi energi (waste to energy). Proyek ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menuntaskan persoalan sampah sebelum tahun 2029 melalui pengelolaan dari hulu ke hilir dalam RPJMN 2025–2029.

"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ujar Yuliot dalam acara Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung.

Yuliot menambahkan, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pengolahan sampah menjadi energi yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

"Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa PSEL Legok Nangka merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

"Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih, meningkatkan kualitas udara, serta meningkatkan kualitas lingkungan," ujar Dedi.

Selain menjadi solusi pengelolaan sampah, menurut Dedi, proyek ini juga akan memperkuat pasokan energi bersih yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan kesiapan PLN dalam menjalankan arahan pemerintah untuk mendukung pengembangan PSEL sebagai solusi nyata darurat sampah sekaligus langkah menuju swasembada energi.

"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui PJBL selama 20 tahun, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Suroso.

Ia menambahkan bahwa pengembangan PSEL Legok Nangka menunjukkan bagaimana sektor ketenagalistrikan dapat berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan melalui pemanfaatan sampah menjadi energi.

"Melalui PSEL, kita bukan hanya memelihara lingkungan untuk masa depan, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Selama masih ada sampah yang dapat diolah, akan terus dihasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri