Kredit Foto: Istimewa
Menurutnya, jumlah perusahaan yang benar-benar melakukan pengolahan lanjut di dalam negeri masih sangat terbatas.
"Ini artinya mungkin industri-industri hilirisasi di sektor timah ini belum terbentuk secara maksimal."
"Nah, ini kan hanya beberapa aja, saya kira antara 5, enggak sampai 10 lah perusahaan yang menjalankan hilirisasi timah ini," tuturnya.
Menanggapi isu penyetopan ekspor timah yang sempat disinggung pemerintah, Harwendro menegaskan saat ini para anggota AETI sudah tidak lagi mengekspor barang mentah.
Produk yang keluar dari Indonesia saat ini sudah berbentuk balok timah murni atau ingot.
"Sebetulnya bukan bijih timah, yang kita ekspor semuanya ingot. Sudah diolah."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: