Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indospring Mulai Produksi U-Bolt, Targetkan Ekspor ke UEA dan AS

Indospring Mulai Produksi U-Bolt, Targetkan Ekspor ke UEA dan AS Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indospring Tbk (INDS) mulai memproduksi komponen fastener jenis U-Bolt secara komersial sejak 2025 dan menjadikannya sebagai lini pertumbuhan baru untuk ekspansi pasar domestik hingga ekspor ke Timur Tengah dan Amerika Serikat pada 2026. Hal ini dilakukan gina memperluas basis pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk pegas otomotif konvensional. 

Direktur INDS Bob Budiono menyampaikan, pada tahap awal perseroan memfokuskan pemasaran U-Bolt ke segmen aftermarket otomotif dalam negeri. Seiring stabilnya kapasitas produksi, perseroan mulai menyiapkan ekspansi ke pasar ekspor serta pengembangan fastener non-otomotif sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.

“Tahun ini fokus kami masih aftermarket. Namun, kami juga menyiapkan opsi ekspansi ke fastener non-otomotif. Targetnya, Indospring bisa masuk tiga besar pemain fastener di pasar domestik dan menjadikan lini ini sebagai motor pertumbuhan jangka panjang,” ujar Bob dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

Bob menjelaskan, fasilitas produksi fastener Indospring saat ini telah beroperasi penuh dan melengkapi portofolio bisnis perseroan yang sebelumnya didominasi oleh pegas daun, pegas keong, serta komponen sistem pengereman. Dengan kapasitas yang telah stabil, strategi perusahaan diarahkan pada perluasan pasar dan peningkatan volume produksi.

Baca Juga: Bidik Pasar Timur Tengah, Indospring Perluas Ekspansi Ekspor

Untuk tahun 2026, INDS membidik ekspor U-Bolt ke kawasan Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab (UEA) dan Uzbekistan, serta pasar Amerika Serikat. Pemilihan wilayah tersebut didasarkan pada kesamaan spesifikasi kendaraan dengan Indonesia, terutama dominasi truk merek Jepang yang menggunakan standar teknis serupa.

“Karakteristik pasar Timur Tengah dan Asia Tengah memberikan peluang pertumbuhan yang menarik, sejalan dengan strategi INDS dalam memperluas basis pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik,” papar Bob.

Adapun, hingga kuartal III-2025 Indospring mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,46 triliun, mencerminkan kontribusi stabil dari pasar domestik dan ekspor pada lini bisnis yang telah ada.

Dari sisi permintaan industri, perseroan juga mencermati prospek positif sektor otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil pada 2026 diperkirakan mencapai 850.000 unit, meningkat sekitar 5,4% dibandingkan realisasi 2025 sebesar 803.687 unit. Kenaikan tersebut dinilai berpotensi mendorong permintaan komponen kendaraan, termasuk fastener.

Baca Juga: Sektor Industri Otomotif Lesu di Tahun 2025, Menperin Bilang Pemerintah Akan Beri Insentif yang Efektif

Dengan dimulainya produksi komersial U-Bolt, fokus penguatan pasar domestik, serta ekspansi ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Amerika Serikat, INDS mengarahkan lini fastener sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perseroan dalam jangka menengah dan panjang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: