- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
SIG Kirim 36.000 Bata Interlock untuk Huntap Pascabencana di Sumatra Barat
Kredit Foto: SIG
Pembangunan huntap dengan teknologi bata interlock presisi telah dimulai melalui kolaborasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia bersama Kadin Sumatra Barat di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, sebagai lokasi awal penerapan teknologi tersebut bagi korban bencana.
Dari sisi kapasitas, SIG memastikan pasokan bata interlock presisi yang diproduksi melalui PT Semen Padang berada pada level memadai. Untuk rumah tipe 36, kapasitas produksi saat ini mampu mendukung pembangunan hingga 120 unit huntap per bulan. Selain untuk Sumatra Barat, distribusi produk ini juga memiliki potensi menjangkau wilayah Sumatra Utara dan Aceh.
Baca Juga: SIG Gelar Pelatihan Ahli Bangunan di Lima Provinsi
Sebelumnya, bata interlock presisi SIG telah diaplikasikan dalam sejumlah proyek percontohan, antara lain pembangunan rumah contoh tipe 36 di kawasan Ibu Kota Nusantara, serta rumah contoh tipe 36 dan tipe 57 di Bambu Apus, Jakarta Timur. Proyek-proyek tersebut menunjukkan efisiensi waktu konstruksi serta kualitas bangunan yang optimal.
Vita menambahkan, aspek sosial dan lingkungan turut menjadi perhatian dalam operasional SIG. Produk semen hijau SIG memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional dan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 90%.
“Inovasi semen hijau SIG lebih rendah emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional, serta memiliki tingkat kandungan dalam negeri tinggi, lebih dari 90%,” kata Vita Mahreyni.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: