AI Guncang Saham Teknologi, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (24/2)
Kredit Foto: Kliring Berjangka Indonesia
Harga bitcoin kembali tertekan tajam pada perdagangan pagi di Selasa (24/2). Hal ini terjadi menyusul meningkatnya tekanan dalam pasar keuangan global akibat perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang kembali mengguncang model bisnis perusahaan teknologi.
Berdasarkan data Coinmarketcap, harga bitcoin turun hingga menyentuh US$64.000. Tekanan pada aset kripto raksasa itu terjadi bersamaan dengan kejatuhan saham-saham teknologi di Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Investor Harap Waspada, Begini Penilaian Analis Soal Potensi Rebound Harga Bitcoin (BTC)
Anthropic mengumumkan bahwa teknologi akal imitasi terbarunya mampu mengotomatisasi proses modernisasi sistem berbasis bahasa pemrograman dari Common Business-Oriented Language (COBOL).
“Para pengembang sistem tersebut sebagian besar telah pensiun dan pengetahuan institusional ikut hilang. COBOL hanya diajarkan di sedikit universitas, sehingga mencari insinyur yang mampu membacanya semakin sulit,” kata Anthropic.
COBOL masih digunakan secara luas dalam sektor-sektor krusial, dengan ratusan miliar baris kode yang menopang infrastruktur keuangan, penerbangan dan layanan pemerintah. Modernisasinya yang sebelumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun dan melibatkan banyak konsultan kini dapat dipercepat dengan bantuan AI.
Pernyataan itu langsung mengguncang saham teknologi khususnya IBM. Ia selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam layanan konsultasi dan modernisasi sistem legacy.
Dengan ini, pelemahan saham teknologi akibat kekhawatiran bahwa akal imitasi akan memangkas kebutuhan jasa konsultasi dan tenaga kerja manusia secara signifikan kembali berlanjut. Pasar bitcoin dalam beberapa bulan terakhir bergerak searah dengan saham teknologi dan sektor perangkat lunak juga ikut terseret.
Baca Juga: Bitcoin (BTC) Dinilai Sangat Tak Berguna: Tidak Punya Manfaat Nyata Seperti AI
Investor diharapkan waspada selama sentimen risiko global masih dibayangi ketidakpastian dampak akal imitasi terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja. Pergerakan bitcoin dan aset kripto saat ini cenderung tetap sensitif terhadap gejolak dalam pasar saham teknologi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: