Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Kami mengembangkan semen karbon rendah."
"Meskipun kita meng-dekarbonisasi proses produksi, kualitasnya masih bagus."
"Setidaknya kita ingin mencapai standar regulasi, atau bahkan lebih baik,” ujar Palm dalam bincang Meet the Leaders bersama Warta Ekonomi, dikutip pada Selasa (24/2/2026).
Langkah tersebut ditempuh di tengah karakter industri semen yang dikenal sebagai sektor hard-to-abate.
Secara global, industri ini menyumbang sekitar 7–8% emisi karbon dunia, terutama berasal dari proses kalsinasi batu kapur, yang secara kimiawi melepaskan CO₂ serta pembakaran bahan bakar fosil pada kiln bersuhu tinggi.
Palm menjelaskan, pengembangan semen rendah karbon dilakukan melalui optimalisasi komposisi dan peningkatan efisiensi proses produksi, guna menekan intensitas emisi tanpa mengorbankan mutu produk.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: