BUMA Internasional Pastikan Kontrak Kerja Aman Meski Target Produksi Batubara Nasional Dipangkas
Kredit Foto: BUMA
“Dengan menyikapi informasi tersebut, tidak ada permintaan, terutama dari klien-klien besar, untuk mengubah rencana yang sudah kami siapkan sejak beberapa bulan lalu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengevaluasi kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan batu bara, dengan opsi memangkas target produksi nasional menjadi sekitar 600 juta ton.
Langkah tersebut disiapkan menyusul merosotnya harga batu bara global akibat kelebihan pasokan, setelah produksi Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 790 juta ton.
Baca Juga: Anak Usaha DOID Amankan Kontrak Tambang Jangka Panjang dari Adaro Indonesia
Bahlil mengungkapkan dominasi pasokan Indonesia di pasar global telah memicu ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan. Dari total perdagangan batu bara dunia sekitar 1,3 miliar ton, Indonesia menyumbang sekitar 514 juta tonatau setara 43%.
“Akibatnya, supply dan demand tidak terjaga, akhirnya harga batu bara turun. Melalui kesempatan ini, ESDM bersama Dirjen Minerba akan merevisi kuota RKAB. Jadi produksi kita akan diturunkan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri