Diam-diam Beli Rudal Anti-Kapal, Iran Makin Siap Hadapi Amerika Serikat (AS)
Kredit Foto: Istimewa
Iran dilaporkan semakin dekat dalam menyelesaikan kesepakatan untuk membeli rudal jelajah anti-kapal supersonik dari China. Hal ini menyusul ancaman serangan dari Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Reuters, Iran-China dilaporkan telah sepakat dalam negosiasi pembelian senjata anti-balistik, teknologi anti-satelit, sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) dan rudal dari CM-302.
Baca Juga: Iran Sinyalkan Kesepakatan, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (25/2)
Namun kesepakatan tersebut hingga kini masih belum cukup jelas, mulai dari kepastian jumlah yang akan dibeli, nilai kontrak, hingga kepastian terkait jadwal pengiriman. Meski demikian, jika terealisasi, penjualan senjata ini juga akan menjadi salah satu transfer alutsista tercanggih dari China ke Iran.
Rudal CM-302 diketahui memiliki jangkauan sekitar 290 Km. Ia dirancang untuk terbang rendah dengan kecepatan tinggi guna menghindari sistem pertahanan kapal perang.
Iran dapat meningkatkan kemampuan serangnya terhadap kapal perang asing dengan menggunakan rudal dari CM-302. Ia akan menjadi ancaman serius bagi armada dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Diketahui, Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan militer terhadap Iran. Negeri Paman Sam telah mengerahkan armada besar menuju perairan dekat negara tersebut, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
Baca Juga: Khamenei Pusing, Iran Dihadapkan Protes Mahasiswa Hingga Ancaman Serangan Amerika Serikat (AS)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya menyatakan dirinya hanya memberikan tenggat waktu sekitar dua minggu kurang untuk mencapai kesepakatan dengan Ira. Jika tidak tercapai, opsi militer akan terbuka.
AS juga dikabarkan telah menyiapkan skenario operasi militer berkepanjangan selama berminggu-minggu apabila serangan diperintahkan oleh Trump.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS): China Akan Punya Lebih dari Seribu Hulu Ledak Nuklir di 2030
Adapun Iran mengisyaratkan kesediaan untuk memberikan konsesi terbatas atas program nuklirnya. Namun Teheran menuntut pencabutan sanksi ekonomi serta pengakuan atas hak melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai dari Washington.
Iran tengah mempertimbangkan skema kompromi yang mencakup pengiriman sekitar setengah dari uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi ke luar negeri, pengenceran sisa persediaan serta partisipasi dalam pembentukan konsorsium pengayaan uranium regional.
Baca Juga: Trump Mau Luncurkan Tarif Baru, Sejumlah Komoditas Jadi Sasaran Amerika Serikat (AS)
Sebagai imbalannya, mereka menuntut pengakuan resmi atas hak pengayaan uranium damai serta pencabutan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: