Negosiasi atau Perang, Iran Sudah Punya Rencana Hadapi Invasi Amerika Serikat (AS)
Kredit Foto: Istimewa
Iran menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Negosiasi menurutnya akan tetap menjadi prioritas utama, namun hal itu akan tergantung pada manuver dari Negeri Paman Sam.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyatakan bahwa kesepakatan nuklir berada dalam jangkauan, asalkan diplomasi tetap menjadi prioritas utama dari AS.
Baca Juga: Tak Rela Iran Diserang, China Kembali Peringatkan Amerika Serikat (AS)
“Kita memiliki peluang bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menjawab kekhawatiran bersama dan mewujudkan kepentingan bersama,” ungkap Araqchi di X.
Araqchi menegaskan pihaknya akan melanjutkan perundingan dengan tekad kuat untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara dalam waktu sesingkat mungkin.
Senada, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyampaikan bahwa pihaknya siap mengambil semua langkah yang diperlukan demi tercapainya kesepakatan dengan Washington.
“Kami siap mencapai kesepakatan secepat mungkin. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mewujudkannya. Kami akan memasuki ruang perundingan dengan kejujuran dan itikad baik penuh,” ujar Takht-Ravanchi.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa pihaknya akan merespons tegas apabila terjadi serangan militer dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Trump Ngotot Keluarkan Tarif, China Siap Ladeni Perang Dagang Amerika Serikat (AS)
“Jika ada serangan atau agresi, kami akan merespons sesuai rencana pertahanan kami. Serangan mereka adalah sebuah perjudian besar,” katanya.
Adapun Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa pemerintah tetap menempatkan diplomasi sebagai opsi utama, namun tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer apabila diperlukan.
Kedua negara kembali membuka jalur perundingan sejak awal bulan ini, di tengah peningkatan kehadiran militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah.
Baca Juga: Diam-diam Beli Rudal Anti-Kapal, Iran Makin Siap Hadapi Amerika Serikat (AS)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diketahui telah memberikan tenggat waktu kurang dari dua pekan untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir antara Iran dan AS.
Ia menegaskan bahwa opsi militer akan terbuka jika perundingan gagal menghasilkan kesepakatan yang dianggap memadai. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa sang presiden bahkan telah menyiapkan skenario operasi militer berkepanjangan selama beberapa pekan.
Iran sendiri mengisyaratkan kesediaan memberikan konsesi terbatas atas program nuklirnya. Teheran disebut mempertimbangkan skema kompromi berupa pengiriman sekitar setengah dari persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi ke luar negeri, pengenceran sisa stok uranium, serta partisipasi dalam pembentukan konsorsium pengayaan uranium regional.
Sebagai imbalannya, mereka menuntut pencabutan sanksi ekonomi dan pengakuan resmi dari Amerika Serikat atas hak Iran melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai.
Baca Juga: PBB Disurati, Iran Siap Meladeni Serangan Amerika Serikat (AS)
Perkembangan perundingan ini menjadi sorotan global karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dari Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: