Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rusia Ketar-ketir, Sebut Ukraina Diam-diam Incar Senjata Nuklir

Rusia Ketar-ketir, Sebut Ukraina Diam-diam Incar Senjata Nuklir Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perang Rusia-Ukraina terus memanas. Moskow kali ini menyebut bahwa musuhnya berupaya memperoleh senjata nuklir dengan dukungan Inggris dan Prancis.

SVR Rusia menyatakan bahwa ada alasan kuat senjata nuklir tengah berupaya dimiliki oleh Ukraina. Menurutnya, senjata nuklir atau setidaknya dirty bomb akan membuat musuhnya memiliki posisi tawar yang lebih menguntungkan dalam perundingan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Baca Juga: Diam-diam Amerika Serikat (AS) Upayakan Perjanjian Nuklir Dengan Rusia dan China

Namun, lembaga intelijen tersebut tidak menyertakan bukti dokumenter untuk mendukung tuduhan tersebut. Meski demikian, pihaknya menyebut hal ini bisa terwujud dengan bantuan Inggris dan Prancis.

SVR mengklaim kedua negara  tersebut secara aktif bekerja dalam penyediaan senjata nuklir serta sistem peluncurnya kepada Ukraina. Mereka juga berupaya menampilkan seolah-olah kemampuan senjata nuklir tersebut diperoleh secara mandiri oleh Ukraina.

Bom kotor alias dirty bomb sendiri merupakan alat peledak konvensional yang dicampur material radioaktif untuk mencemari area luas. Perangkat ini berbeda secara fundamental dengan senjata nuklir, yang dirancang untuk menghasilkan ledakan nuklir berskala besar.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga memperingatkan bahwa kepemilikan apalagi penggunaan senjata nuklir menandakan risiko eskalasi serius antara Moskow dan Kiev.

Baca Juga: Iran Diam-diam Borong Ribuan Rudal Rusia Senilai Hampir Rp10 Triliun

“Kami kembali memperingatkan risiko konfrontasi militer langsung antarnegara berkekuatan nuklir, serta potensi konsekuensi yang sangat berbahaya,” kata Moskow, dikutip dari Reuters.

Adapun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi secara tegas membantah tuduhan Rusia. Pihaknya menegaskan tidak sedang berupaya memperoleh senjata nuklir.

Baca Juga: Kecurigaan Zelenskiy Terbukti, Intelijen Eropa Sebut Rusia Tak Ingin Cepat Berdamai Dengan Ukraina

“Sebagai catatan: kami telah berkali-kali membantah klaim absurd mereka semacam ini dan kami kembali secara resmi menyangkalnya sekarang,” ujarnya.

Moskow sendiri berulang kali melontarkan pernyataan bernuansa ancaman nuklir, yang dinilai para pengamat sebagai upaya menahan negara-negara barat agar tidak meningkatkan dukungan militer terhadap Ukraina.

Baca Juga: Negosiasi atau Perang, Iran Sudah Punya Rencana Hadapi Invasi Amerika Serikat (AS)

Tuduhan terbaru ini muncul di tengah meningkatnya sensitivitas diplomatik global, ketika sejumlah negara mendorong penyelesaian perang melalui jalur perundingan, sekaligus berupaya mencegah eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan nuklir dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: