Board of Peace hingga Hilirisasi Jadi Instrumen Kunci Dorong Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Kredit Foto: President Club
Ketegangan geopolitik global dan disrupsi teknologi mendorong pemerintah, dunia usaha, dan akademisi menajamkan kolaborasi kebijakan untuk menjaga ketahanan nasional sekaligus mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Strategi tersebut mencakup penguatan koordinasi fiskal–moneter, percepatan hilirisasi sumber daya alam, pengelolaan UMKM agar naik kelas, hingga diplomasi strategis melalui keterlibatan Indonesia dalam board of peace.
Isu tersebut mengemuka dalam diskusi President Club bertajuk Indonesia’s Forward: Kolaborasi untuk Ketahanan Nasional yang digelar di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Jumat (6/1).
Chief Economist Trimegah Sekuritas & Soemitro Economic Forum Fakhrul Fulvian menilai dunia tengah memasuki fase perubahan struktural yang membawa risiko sekaligus peluang ekonomi.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) mempercepat efisiensi, namun juga meningkatkan risiko kebocoran data yang berpotensi mengganggu ketahanan nasional.
Baca Juga: Strategi Purbaya Keluarkan RI dari Kutukan Ekonomi 5%
Di tengah dinamika tersebut, Fakhrul menekankan pentingnya penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter agar dunia usaha tetap bergerak. “Negara perlu mengambil kebijakan yang tepat agar ekonomi mampu tumbuh menuju target 8 persen,” ujarnya.
Dari sisi pertahanan, Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Kris Wijoyo Soepandji menyatakan pertumbuhan ekonomi dan pertahanan merupakan dua sisi yang tidak terpisahkan.
Ia merujuk pada konsep defence supports economy dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan swasembada pangan, energi, dan air sebagai fondasi ketahanan nasional sekaligus pendorong ekonomi.
“Mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak mudah. Namun jika seluruh elemen terkonsolidasi dengan gotong royong, target tersebut bisa dicapai,” kata Kris.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: