Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IPOT Luncurkan LADI, Standar Baru Trading Real-Time untuk Investor Ritel

IPOT Luncurkan LADI, Standar Baru Trading Real-Time untuk Investor Ritel Kredit Foto: Indo Premier Sekuritas
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indo Premier Sekuritas melalui platform IPOT meluncurkan LADI (Live Accumulation/Distribution Indicator)pada 2026, sebuah indikator akumulasi–distribusi saham berbasis data real-time yang ditujukan untuk investor ritel.

Peluncuran ini menandai pergeseran standar teknologi di industri sekuritas dari model data viewer berbasis historis menuju engine intelijen pasar berbasis streaming, seiring meningkatnya kebutuhan presisi keputusan entry-exit di pasar yang volatil.

Langkah tersebut muncul di tengah lonjakan partisipasi investor ritel khususnya milenial dan Gen Z namun diiringi keterbatasan struktural banyak aplikasi sekuritas yang masih mengandalkan indikator berbasis snapshot atau data masa lalu. Dalam pasar yang bergerak per detik, selisih waktu dinilai berimplikasi langsung pada kualitas keputusan investasi.

Baca Juga: Marak Phishing, IPOT Luncurkan xRDN Berbasis Keamanan Digital

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The menyatakan bahwa ketertinggalan indikator terhadap pergerakan pasar menciptakan gap antara realitas dan persepsi.

“Pasar bergerak setiap detik. Jika indikator yang digunakan investor tidak bergerak secepat pasar, maka akan muncul gap antara realitas dan persepsi. Dalam trading, gap tersebut dapat berarti masuk setelah momentum selesai atau keluar setelah distribusi terjadi,” ujarnya.

Secara teknis, LADI dirancang untuk menampilkan tekanan beli dan jual saat transaksi berlangsung tanpa jeda. Fitur ini memungkinkan pemantauan beberapa saham dalam satu layar, komparasi kinerja lintas horizon waktu (harian hingga jangka panjang), serta deteksi akumulasi dan distribusi tanpa delay. Bagi investor, pendekatan ini menggeser fokus dari reaksi harga ke pembacaan tekanan underlying.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: