Rupiah Menguat ke Rp16.800 Usai Moody's Beri Peringkat Positif Obligasi RI
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat 29 poin ke level Rp16.800 per USD pada perdagangan Rabu (25/2/2026), dari posisi sebelumnya Rp16.829 per USD.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan mata uang Garuda dipicu penilaian positif dari Moody's Ratings yang memberikan peringkat Baa2 terhadap obligasi Indonesia berdenominasi yuan offshore China dan euro. Obligasi tersebut diterbitkan melalui mekanisme shelf registration dengan nilai mencapai USD10 miliar.
“Secara fundamental, Moody’s masih menilai Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang memadai. Dukungan kekayaan sumber daya alam serta struktur demografi yang relatif menguntungkan menjadi bantalan pertumbuhan jangka menengah,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah Usai Pemerintah Umumkan Tarik Utang Baru
Moody’s memperkirakan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia akan bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan, dengan defisit fiskal tetap berada di bawah ambang batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Dalam kerangka makro konvensional, kondisi ini menjadi indikator stabilitas yang selama dua dekade terakhir menopang kepercayaan investor terhadap surat utang pemerintah Indonesia,” jelasnya.
Namun demikian, Ibrahim menilai stabilitas tersebut kini dibayangi meningkatnya ketidakpastian dalam proses perumusan kebijakan. Moody’s secara eksplisit mencatat bahwa prediktabilitas dan koherensi kebijakan melemah dalam setahun terakhir, diperparah oleh komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya volatilitas di pasar ekuitas dan valuta asing.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: