- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Penolakan Warga Bayangi Proyek Masela, Biaya Kompensasi Berpotensi Masuk Cost Recovery
Kredit Foto: INPEX Masela Ltd
Proyek pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela menghadapi risiko non-teknis, menjelang dimulainya konstruksi fasilitas LNG darat (onshore LNG/OLNG).
Hal ini menyusul munculnya penolakan masyarakat di wilayah Saumlaki, Maluku, terkait skema kompensasi lahan terdampak proyek.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, aksi protes warga terjadi di tengah proses penyelesaian pengadaan lahan untuk pembangunan OLNG.
“Tadi saja kami didemo, bakar-bakar ban di depan kantor SKK,” ungkap Djoko dalam rapat debottlenecking investasi LNG Blok Masela bersama Kementerian Keuangan di Jakarta, selasa (24/2/2026).
Nilai kompensasi tanam tumbuh yang saat ini mengacu pada putusan pengadilan sebesar Rp15 ribu per meter, dinilai belum memadai untuk mengakomodasi ekspektasi masyarakat di lapangan.
Pemerintah daerah pun diminta segera membentuk tim terpadu, guna merekomendasikan besaran ganti rugi sebagai prasyarat percepatan pembebasan lahan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus