Dana Rp200 T Mengendap di Himbara Dinilai Efektif Tekan Bunga Kredit
Kredit Foto: Istimewa
Namun demikian, Asmo menilai penurunan bunga kredit tidak akan terjadi secara signifikan seperti pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate).
“Ya, mungkin, bayangan saya, nggak akan sebesar kemudian penurunan BI rate. Kemungkinan nggak sebesar penurunan BI rate, karena tetap ada inelasticity-nya tadi,” pungkasnya.
Asmo juga menyoroti tantangan dari faktor global. Saat ini, suku bunga pasar internasional justru cenderung meningkat, tercermin dari imbal hasil (yield) obligasi global yang berada di kisaran 6,4–6,5%. Kondisi tersebut membuat penurunan bunga kredit domestik sulit berlangsung agresif.
Baca Juga: Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 triliun, Bank Mandiri Nilai Redakan Persaingan Likuiditas
Tren penurunan bunga kredit perbankan dinilai masih lamban meski Bank Indonesia telah memangkas BI-Rate sebesar 125 basis poin sepanjang 2025 menjadi 4,75%.
Berdasarkan data BI, suku bunga kredit hanya turun sekitar 40 basis poin, dari 9,20% pada awal 2025 menjadi 8,80% pada Januari 2026. Kondisi ini mencerminkan transmisi pelonggaran kebijakan moneter ke sektor riil yang belum sepenuhnya optimal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: