Pasar Global Libur, Kripto Jadi Sasaran Trader Lindungi Aset di Tengah Perang AS-Iran
Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Kontrak perpetual futures atau “perps” merupakan derivatif khas ekosistem kripto yang tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Instrumen ini memungkinkan posisi dengan leverage dan dapat dipertahankan selama yang diinginkan, sehingga sering digunakan untuk spekulasi maupun lindung nilai jangka pendek.
Hyperliquid yang sebelumnya dikenal sebagai bursa derivatif kripto kini juga menawarkan kontrak berbasis komoditas dan indeks saham. Langkah ini mencerminkan semakin kaburnya batas antara pasar aset digital dan aset tradisional.
Bloomberg mencatat bahwa meski volume perdagangan di platform kripto masih lebih kecil dibandingkan pasar konvensional pada jam reguler, pelaku Wall Street mulai memperhatikan pergerakan harga di akhir pekan sebagai indikasi awal sentimen global.
Baca Juga: Dua Elite Militer Iran Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel-Amerika Serikat (AS)
Di sisi lain, sejumlah lembaga keuangan besar dan perusahaan teknologi finansial mempercepat pengembangan tokenisasi aset tradisional, yaitu pencatatan obligasi dan saham dalam jaringan blockchain. Inisiatif ini dinilai dapat membuka jalan menuju perdagangan lintas aset yang berlangsung 24 jam setiap hari.
Perkembangan akhir pekan ini kembali menunjukkan bagaimana pasar kripto berfungsi sebagai indikator awal pergerakan risiko global ketika sistem keuangan tradisional belum beroperasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: