Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siapa Calon Pengganti Khamenei? Proses Suksesi Dimulai

Siapa Calon Pengganti Khamenei? Proses Suksesi Dimulai Kredit Foto: AP Photo/Office of the Iranian Supreme Leader
Warta Ekonomi, Jakarta -

Laporan terbaru menyebut konflik bersenjata di Timur Tengah memasuki fase baru setelah serangan besar oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap kota-kota utama Iran. Situasi ini memicu kabar penting terkait kepemimpinan tertinggi Republik Islam Iran.

Televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan yang juga melibatkan militer AS dan Israel.

Kematian Khamenei diumumkan oleh media resmi Tehran sebagai akibat dari gelombang serangan terhadap target strategis termasuk ibu kota Teheran.

Kabar tewasnya Khamenei juga mendapat dukungan dari rekaman yang menunjukkan pengumuman resmi Iran tentang kematiannya. Negara itu secara nasional mengumumkan masa berkabung selama 40 hari sebagai respons atas kejadian yang mengguncang lembaga tertinggi negara.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi baru kemungkinan besar akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Menurut pejabat tinggi Iran, proses konstitusional untuk memilih pengganti sedang dipersiapkan sesuai aturan negara.

“Lembaga-lembaga negara [di negara ini] tetap berfungsi, kami memiliki prosedur konstitusional. Kemungkinan besar, Anda akan melihat pemilihan pemimpin tertinggi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Abbas Araghchi dalam wawancara dengan Al Jazeera. 

Kabar tewasnya Khamenei juga sebelumnya dilaporkan oleh beberapa pejabat asing termasuk klaim dari Amerika Serikat dan Israel. Presiden AS dan Perdana Menteri Israel menyatakan operasi militer mereka berhasil menargetkan tokoh-tokoh senior rezim Iran dalam serangkaian serangan udara dan rudal.

Namun, sebelum pengakuan Iran, ada klaim yang saling bertentangan terkait status Khamenei. Media pemerintah Iran sempat menegaskan bahwa informasi kematian itu tidak benar dan Pemimpin Tertinggi tetap aktif memimpin negara.

Perbedaan narasi ini mencerminkan dinamika perang informasi di tengah eskalasi konflik antara Teheran dan koalisi internasional yang menyerang. Ketiadaan pernyataan langsung dari pihak AS dan Israel terkait detail operasinya semakin memperumit gambaran situasi di lapangan.

Terlepas dari ketidakpastian awal, pengumuman resmi Iran menjadi titik penting dalam perkembangan politik negara dengan populasi lebih dari 80 juta jiwa itu. Negara ini kini harus menjalankan mekanisme suksesi tertinggi yang telah diatur oleh konstitusi mereka selama beberapa dekade.

Menurut aturan Iran, lembaga seperti Assembly of Experts memiliki peran penting dalam memilih pemimpin tertinggi berikutnya. Sementara itu, pejabat keamanan nasional seperti Ali Larijani disebut akan menjalankan tugas sementara dan memberikan stabilitas administrasi sampai pengganti resmi terpilih.

Kematian Khamenei jika konfirmasi resmi berlaku menandai berakhirnya masa kepemimpinan salah satu figur paling berpengaruh di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Ambil Langkah Darurat Lindungi Ribuan Jamaah Umrah di Tengah Konflik AS - Iran

Kepemimpinannya selama puluhan tahun membentuk kebijakan dalam negeri dan hubungan luar negeri Iran yang sering bertentangan dengan Barat.

Kekosongan di posisi tertinggi dan proses pemilihan baru yang segera berlangsung, negara itu berada di persimpangan politik yang sensitif.

Pertanyaan besar kini mencuat tentang bagaimana kebijakan luar negeri dan keamanan Iran akan berubah di bawah pemimpin baru.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: