Kredit Foto: Dok. BPMI
Sebelumnya pada 1 Maret 2026, harga WTI sempat menyentuh level US$71,99 per barel sebelum terkoreksi.
Menurut Bahlil, meskipun dinamika geopolitik berpotensi memengaruhi harga minyak dunia, hingga saat ini belum ada dampak langsung terhadap pasokan maupun distribusi BBM di dalam negeri.
“Tapi harga minyak dunia pasti akan terkoreksi, ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah."
"Besok (Selasa) saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional."
"Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisis dan kajian dari DEN,” tuturnya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, jika konflik berlanjut dan mendorong kenaikan harga minyak global, maka harga BBM nonsubsidi di dalam negeri berpotensi ikut terdampak.
Baca Juga: Jalur Vital Minyak Ditutup, Iran Akan Bakar Setiap Kapal Lewati Selat Hormuz
Meski demikian, Airlangga menilai kenaikan harga BBM masih dapat tertahan seiring peningkatan produksi minyak dari AS serta Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC).
“Tetapi kali ini suplai dari Amerika juga akan meningkat, dan OPEC juga meningkatkan kapasitas produksinya,” terangnya di, Jakarta, Senin (2/3/2026). (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus