Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Cermati Pasar, Usai Amerika-Israel Serang Iran

Bos OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Cermati Pasar, Usai Amerika-Israel Serang Iran Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, fragmentasi geoekonomi, serta kebijakan perdagangan Amerika Serikat menjadi downside risk yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, meminta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk terus mencermati perkembangan situasi global serta melakukan langkah antisipasi ke depan.

“Sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kita cermati bersama, Lembaga Jasa Keuangan kami minta untuk terus mencermati situasi yang terjadi serta melakukan antisipasi dampaknya terhadap kondisi debitur dan juga pasar keuangan,” kata Friderica di kantor OJK, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Friderica menegaskan bahwa perekonomian global masih menunjukkan kinerja yang relatif baik, sejalan dengan penguatan kinerja manufaktur global serta tren pemulihan keyakinan konsumen.

Namun demikian, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai. Perekonomian Amerika Serikat pada kuartal IV 2025 tercatat tumbuh 1,4 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

“Tekanan inflasi kembali meningkat dan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada pertengahan tahun mulai menurun, dengan kecenderungan kebijakan suku bunga higher for longer,” jelasnya.

Di kawasan Asia, perekonomian Tiongkok masih menghadapi tekanan permintaan domestik di tengah berlanjutnya krisis sektor properti, meskipun kinerja ekspor tetap mencatatkan surplus.

Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh solid sebesar 5,39 persen secara tahunan (year-on-year). Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen.

Baca Juga: OJK Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah ke Perekonomian Indonesia

Baca Juga: Update Pertemuan MSCI, OJK Sebut 4 Proposal RI Diterima

Baca Juga: Geopolitik Memanas, OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Indonesia

Inflasi headline mengalami peningkatan, terutama akibat efek basis yang rendah pada tahun sebelumnya. Meski demikian, Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di zona optimistis walaupun menunjukkan moderasi. Aktivitas manufaktur juga tetap berada dalam fase ekspansif memasuki 2026.

OJK menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta menyampaikan kebijakan dan langkah-langkah reformasi kepada publik secara transparan dan berkala.

“Kami juga terus berkomitmen untuk memastikan penyampaian kebijakan dan langkah-langkah reformasi dilakukan secara transparan dan berkelanjutan kepada publik,” terangnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: