Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Sebut Bancassurance Jadi Penopang Utama Industri Asuransi

OJK Sebut Bancassurance Jadi Penopang Utama Industri Asuransi Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kanal distribusi bancassurance masih menjadi penyumbang terbesar premi industri asuransi jiwa hingga Maret 2026. Tercatat, premi dari jalur kerja sama perbankan dan asuransi mencapai 40,4% dari total premi industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan dominasi bancassurance menunjukkan kanal distribusi berbasis perbankan masih menjadi penopang utama pertumbuhan premi asuransi jiwa dalam beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan data posisi Maret 2026, kanal bancassurance masih menjadi kontributor terbesar pada industri asuransi jiwa dengan porsi mencapai 40,4% dari total premi, sementara kanal keagenan berkontribusi sebesar 17,6%,” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (22/5/2026).

Ogi mengatakan, besarnya kontribusi bancassurance didorong oleh luasnya jaringan distribusi perbankan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan yang terintegrasi dengan layanan keuangan.

“Hal ini menunjukkan bahwa bancassurance masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan premi industri dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh luasnya jaringan distribusi perbankan dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan yang terintegrasi dengan layanan keuangan,” jelasnya.

Baca Juga: OJK: Hasil Investasi Asuransi Syariah Negatif akibat IHSG Anjlok

Baca Juga: Industri Asuransi Umum Ditopang Properti, Premi Capai Rp8,47 Triliun

Baca Juga: OJK Ungkap Dampak PHK ke Industri Asuransi, Risiko Klaim dan Gagal Bayar Naik

Selain bancassurance, kanal distribusi melalui agen atau keagenan juga masih memberikan kontribusi signifikan terhadap premi industri asuransi jiwa seiring berkembangnya literasi dan digitalisasi.

“Ke depan, kedua kanal tersebut diperkirakan masih akan terus berkembang, seiring meningkatnya literasi keuangan, transformasi digital, dan pengembangan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ujar Ogi.

“Namun demikian, industri juga perlu terus memperhatikan aspek tata kelola, perlindungan konsumen, dan kualitas pemasaran agar pertumbuhan yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri