Kredit Foto: PLN
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 10 tahun, dari Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, setelah proyek tersebut resmi mencapai Final Investment Decision (FID).
Pasokan gas ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, khususnya di wilayah Batam dan Sumatra Bagian Tengah.
Lapangan Mako yang dioperatori West Natuna Exploration Limited (WNEL) berlokasi di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter.
Proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2027, setelah melalui sejumlah tahapan pengembangan sejak penandatanganan kontrak kerja sama pada 2007, hingga penetapan revisi rencana pengembangan pada 2022.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan, persetujuan FID tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan proyek, sekaligus upaya meningkatkan produksi gas nasional.
“Persetujuan FID ini menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam rangka meningkatkan lifting gas nasional,” ujar Djoko dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus