Kredit Foto: PLN
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, tercapainya FID memastikan pasokan gas sesuai Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang ditandatangani PLN EPI dan WNEL pada 11 Juli 2025.
Gas dari WK Duyung akan memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di Batam dan wilayah Sumatra Bagian Tengah, yang pertumbuhan kebutuhan listriknya mencapai 12–15 persen per tahun.
“Dengan penurunan pasokan gas dari wilayah onshore Sumatra, suplai dari Natuna menjadi sangat penting untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Rakhmad.
Baca Juga: PLN Kantongi Pasokan 84 Juta Ton Batu Bara, Listrik Aman hingga Agustus 2026
PLN EPI juga tengah membangun pipa gas WNTS–Pemping, untuk menyalurkan gas dari Natuna ke sistem kelistrikan Batam.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati, menyebut pembangunan pipa yang telah dimulai sejak Februari 2026 tersebut, ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026, guna mendukung pengalirangas dari WK Duyung. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus