Kredit Foto: Elnusa
PT Elnusa Tbk mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp14,5 triliun sepanjang 2025, tumbuh sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan jasa energi terintegrasi di bawah Subholding Upstream Pertamina itu juga membukukan EBITDA Rp1,5 triliun, dan laba bersih Rp718 miliar pada periode yang sama.
Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan melalui penguatan kapabilitas layanan, efisiensi operasional, serta optimalisasi portofolio bisnis.
“Dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa secara konsisten memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kapabilitas teknologi, optimalisasi portofolio layanan, serta disiplin operasional."
"Upaya tersebut menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang sehat, sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap arah pertumbuhan Perseroan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).
Sepanjang 2025, segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan dengan porsi sekitar 60%.
Sementara, jasa hulu migas terintegrasi menyumbang sekitar 28% dan jasa penunjang migas sebesar 12%.
Dari sisi neraca, Elnusa mencatatkan total aset Rp10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun.
Arus kas operasi juga tercatat positif sebesar Rp1,7 triliun, dengan net profit margin berada di level 5%.
Penguatan fundamental tersebut turut tercermin pada kinerja saham ELSA di Bursa Efek Indonesia.
Hingga awal Maret 2026, saham perseroan mencatatkan kenaikan signifikan secara tahunan, dan mencapai level harga tertinggi sejak pertama kali melantai di bursa pada 2008.
Sentimen positif pasar juga diperkuat oleh peningkatan peringkat kredit perseroan oleh PEFINDO menjadi idAA+ pada 2025.
Baca Juga: Elnusa (ELSA) Raih Pendapatan Rp14,49 Triliun di 2025, Laba Naik Minimalis
Ke depan, Elnusa berkomitmen melanjutkan transformasi bisnis melalui penguatan inovasi, kapabilitas teknologi, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Pertamina Group.
“Elnusa akan terus berfokus pada penguatan fundamental perusahaan, peningkatan kapabilitas teknologi, serta operational excellence, agar dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi industri energi Indonesia,” tutur Litta. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: