Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pramono Menyisir QR Code yang Terhubung Judi Online

Pramono Menyisir QR Code yang Terhubung Judi Online Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menanggapi maraknya stiker QR code mencurigakan yang ditempel di berbagai ruang publik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan petugas untuk segera melakukan penyisiran terhadap stiker tersebut karena diduga terhubung dengan praktik judi online hingga penipuan data pribadi.

Instruksi itu ditujukan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar melakukan pengecekan menyeluruh terhadap stiker QR atau Quick Response Code yang ditemukan di fasilitas umum maupun ruang publik.

"Saya akan minta Satpol PP untuk melakukan screening terhadap itu (QR code mencurigakan-red). Kalau memang betul mengarah ke platform ilegal, tentunya segera diambil tindakan," kata Pramono.

Menurut Pramono, keberadaan stiker QR di tempat umum perlu diwaspadai karena bisa menjadi pintu masuk bagi warga untuk mengakses situs ilegal tanpa disadari.

Selain mengarah pada praktik judi online, kode tersebut juga berpotensi digunakan untuk mencuri data pribadi pengguna.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung upaya pemerintah pusat memberantas praktik judi online yang semakin meresahkan masyarakat.

"Jakarta termasuk yang mendukung pemerintah pusat untuk melakukan perang terhadap judol,” kata Pramono.

Pramono menilai praktik judi online telah menimbulkan dampak sosial yang luas. Banyak warga yang terjerat hingga mengalami kerugian finansial maupun masalah dalam kehidupan keluarga.

"Karena judol inilah yang kemudian membuat banyak warga di mana saja, termasuk di Jakarta, yang begitu terjerat hidupnya pasti tidak menjadi baik. Dan itu sudah ada di mana-mana,” ujarnya.

Melalui penyisiran stiker QR tersebut, Pemprov DKI berharap ruang publik di ibu kota dapat terbebas dari upaya promosi tersembunyi platform ilegal yang memanfaatkan kelengahan masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat