Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ketergantungan Impor Avtur Tinggi, Sektor Penerbangan Nasional Rentan Terimbas Gejolak Global

Ketergantungan Impor Avtur Tinggi, Sektor Penerbangan Nasional Rentan Terimbas Gejolak Global Kredit Foto: Pertamina
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan ketergantungan besar Indonesia terhadap impor avtur.

Kondisi ini membuat industri penerbangan nasional sangat rentan terhadap dinamika geopolitik global.

Konflik di kawasan Timur Tengah disebut memberikan pengaruh langsung terhadap sektor transportasi udara.

Avtur merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur operasional maskapai penerbangan.

Harga bahan bakar tersebut sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi di pasar internasional.

Dudy Purwagandhi menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).

Pemerintah memastikan stok cadangan bahan bakar pesawat masih aman hingga masa Lebaran.

“Alhamdulillah, sampai Lebaran nanti cadangan avtur kita masih cukup,” ujar Dudy Purwagandhi.

Stuktur biaya bahan bakar menyumbang porsi besar dalam beban operasional pihak maskapai.

Komponen biaya avtur tercatat mencapai angka sekitar 27,6 persen dari total pengeluaran.

Stuktur biaya ini bersifat sangat fluktuatif, karena bergantung pada kondisi ekonomi dunia.

Selain avtur, biaya perawatan pesawat juga menjadi beban signifikan bagi industri penerbangan.

Biaya perawatan pesawat menyumbang porsi sekitar 20 persen dari total biaya operasional.

Mayoritas suku cadang pesawat terbang saat ini masih harus didatangkan dari luar negeri.

Indonesia dinilai perlu segera memperkuat ketahanan energi dan kemandirian penyediaan kebutuhan strategis.

Pemerintah sedang fokus memikirkan cara menyediakan kebutuhan energi secara mandiri di masa depan.

Ketergantungan terhadap pihak luar diharapkan dapat dikurangi agar tidak membebani harga tiket.

Presiden dan jajaran menteri telah membahas pentingnya penguatan ketahanan energi nasional tersebut.

Baca Juga: Kuba Dilanda Krisis Avtur Akibat Sanksi AS, Indonesia Targetkan Mandiri di 2027

Penguatan ketahanan energi bertujuan untuk meminimalisir dampak konflik global terhadap ekonomi domestik.

Ketahanan energi yang kuat menjadi pelajaran penting dari situasi ketidakpastian dunia saat ini. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Yaspen Martinus