Menteri PPPA Nilai Pembatasan Gawai Anak Harus Diimbangi Aktivitas Alternatif
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
“Anak anak tidak bisa hanya dilarang menggunakan gadget."
"Mereka perlu diberikan alternatif aktivitas, termasuk permainan tradisional yang membangun karakter seperti kerja sama dan kejujuran,” ujarnya.
Ia menilai, permainan tradisional dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan yang tidak hanya mengurangi ketergantungan anak pada gawai, tetapi juga mendorong interaksi sosial serta menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi PP TUNAS menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk melindungi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Implementasi PP TUNAS memerlukan kolaborasi semua pihak untuk memastikan upaya pelindungan anak di ruang digital, sesuai semangat dari Bapak Presiden, bisa dijalankan dengan lebih efektif,” kata Meutya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: