Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN Indonesia Power Siapkan 268 Proyek Pembangkit Baru Berkapasitas 30,2 GW

PLN Indonesia Power Siapkan 268 Proyek Pembangkit Baru Berkapasitas 30,2 GW Kredit Foto: PLN IP
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN Indonesia Power menyiapkan pengembangan 268 proyek pembangkit listrik baru dengan total kapasitas tambahan 30,2 gigawatt (GW), dalam periode implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung percepatan transisi energi menuju sistem kelistrikan yang lebih bersih dan rendah emisi.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan, pengembangan pembangkit tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk memperbesar porsi pembangkit berbasis energi baru terbarukan, sekaligus menekan emisi dari pembangkit yang sudah beroperasi.

“PLN Indonesia Power berkomitmen menjadi salah satu penggerak utama transisi energi nasional."

"Melalui pengembangan pembangkit baru yang semakin didominasi energi baru terbarukan serta upaya dekarbonisasi pembangkit eksisting, kami optimistis dapat mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060,” ujar Bernadus dalam keterangan resmi, Kamis (13/3/2026).

Dari total rencana tersebut, sekitar 28 GW berasal dari alokasi RUPTL 2025, sementara 2,2 GW merupakan proyek yang telah memperoleh penugasan sebelumnya.

Secara keseluruhan, program ini mencakup 268 proyek pembangkit, terdiri dari 255 proyek dalam alokasi RUPTL 2025, serta 13 proyek penugasan sebelumnya.

Dalam peta jalan menuju Net Zero Emission (NZE) 2060, PLN Indonesia Power menargetkan kapasitas pembangkitnya meningkat, dari sekitar 23 GW pada 2025, menjadi sekitar 107 GW pada 2060.

Transformasi tersebut dilakukan melalui dua strategi utama, yaitu pengembangan pembangkit baru beremisi rendah hingga nol karbon, serta peningkatan efisiensi pembangkit yang telah beroperasi.

Selain pembangunan pembangkit baru, perusahaan juga melakukan berbagai program dekarbonisasi pembangkit eksisting, antara lain melalui biomass cofiring, pemanfaatan hidrogen dan biofuel, serta pengembangan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS).

“Kami tidak hanya fokus membangun pembangkit energi bersih baru, tetapi juga melakukan transformasi pembangkit yang sudah ada, melalui berbagai inovasi teknologi rendah karbon."

"Dengan pendekatan ini, transisi energi dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan,” tutur Bernadus.

Dalam rencana pengembangan pembangkit hingga 2034, energi baru terbarukan menjadi fokus utama pengembangan portofolio perusahaan, termasuk melalui pembangunan PLTS, PLTA, PLTB, dan PLTP, serta penguatan teknologi penyimpanan energi melalui Battery Energy Storage System (BESS).

Proyek-proyek tersebut direncanakan tersebar di berbagai wilayah Indonesia guna mendukung pemerataan infrastruktur energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Bernadus menambahkan, realisasi proyek pembangkit tersebut membutuhkan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Dari 23 GW ke 107 GW, Peta Jalan PLN Indonesia Power Menuju Net Zero Emission 2060

“Kami membuka peluang kerja sama yang luas dengan berbagai mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mempercepat realisasi proyek-proyek pembangkit ini."

"Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus