Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi dan Gibran Sudah Tak Bernilai di Mata Prabowo

Jokowi dan Gibran Sudah Tak Bernilai di Mata Prabowo Kredit Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyadari bahwa dirinya maupun putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sudah tidak lagi memiliki nilai strategis bagi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Chusnul, pada Pilpres 2024 Prabowo menggandeng Gibran karena Jokowi masih menjabat presiden dengan basis dukungan kuat. Namun kini, Jokowi hanya memiliki Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang elektoralnya rendah.

"Bukan curiga, tapi Jokowi sadar dan tau, kalo anaknya dan dirinya itu sdh ga ada harganya di mata Prabowo. Dulu Jokowi presiden wajar Prabowo rangkul anaknya biar dapat dukungan seorang presiden, skrng Jokowi cuma jurkam PSI, kalo rangkul anaknya cuma dapat dukungan dari jongos partai 2%, manfaat unk Prabowo apa?," tulis Chusnyl di akun X pribadinya, dikutip Jumat (26/6).

Ia menilai Jokowi berusaha mempertahankan pengaruh dengan membuat “drama politik” di depan rumah maupun safari keliling Indonesia, seakan masih dicintai rakyat. Namun, menurut Chusnul, Prabowo tidak mudah dipengaruhi.

"Prabowo itu sadar sekarang dia seorang presiden, kemungkinan menang di 2029 itu besar, pasti pilih wapres yang terbaik BUKAN yang kosong yang terus jadi beban, pasti cari yang pintar yang bisa bantu dirinya urus negara, biar bisa lengser sebagai presiden yang berhasil, bukan seperti Jokowi," tegasnya.

Baca Juga: Drama Politik 2029, Jokowi Curiga Prabowo Tinggalkan Gibran

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode. Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).

"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya