President University jadi Kampus dengan Mahasiswa Asing Terbanyak di Indonesia, Targetkan 40% Mahasiswa Internasional di Masa Depan
Kredit Foto: Istimewa
President University kembali mencatatkan diri sebagai universitas dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data pada laman resmi Izin Belajar per 31 Desember 2025 yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), President University memiliki lebih dari 300 mahasiswa asing yang aktif menempuh studi secara penuh waktu (full-time) di Indonesia.
Jumlah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah universitas besar dan populer di Indonesia, termasuk beberapa perguruan tinggi negeri ternama seperti Universitas Indonesia.
Capaian ini memperkuat posisi President University sebagai kampus berwawasan global yang konsisten menghadirkan atmosfer pendidikan bertaraf internasional di dalam negeri.
Sejak didirikannya, President University telah menyambut dan meluluskan mahasiswa dari 50 negara yang berasal dari enam benua, yaitu Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Australia, menjadikannya salah satu kampus dengan keberagaman internasional paling luas di Indonesia.
Saat ini, mahasiswa asing di President University mencakup sekitar 8 persen dari keseluruhan jumlah mahasiswa. Meski telah menjadi universitas dengan jumlah mahasiswa internasional terbanyak di Indonesia, President University menegaskan bahwa capaian ini bukanlah titik akhir.
Kampus ini justru menargetkan peningkatan proporsi mahasiswa asing hingga 40 persen dari total student body di masa mendatang, sebagai bagian dari visi jangka panjang untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin global dan kompetitif.
President University menerapkan sistem pembelajaran sepenuhnya dalam Bahasa Inggris, menciptakan lingkungan akademik yang setara dengan standar pendidikan internasional. Mahasiswa lokal dan internasional belajar bersama dalam kelas yang sama, memungkinkan terjadinya interaksi lintas budaya dalam keseharian mereka.
Lingkungan ini mendorong mahasiswa untuk bertukar gagasan, memahami perspektif global, serta mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya. Diskusi kelas menjadi lebih dinamis dengan hadirnya berbagai sudut pandang dari latar belakang yang berbeda, sementara kerja kelompok melatih mahasiswa untuk berkolaborasi secara efektif dalam tim multikultural.
Pengalaman belajar dalam lingkungan yang beragam ini mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia profesional global, di mana kemampuan beradaptasi, memahami perbedaan, dan bekerja dalam tim internasional menjadi kompetensi yang sangat penting.
Melalui interaksi sehari-hari dengan mahasiswa dari berbagai negara, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis seperti komunikasi lintas budaya, empati, serta kemampuan untuk menyampaikan ide secara efektif kepada audiens dengan latar belakang yang berbeda.
Selain itu, mahasiswa juga terbiasa menghadapi perbedaan gaya berpikir, pendekatan dalam menyelesaikan masalah, serta dinamika kerja tim yang mencerminkan kondisi nyata di lingkungan kerja internasional. Pengalaman ini membantu mahasiswa menjadi lebih terbuka, fleksibel, dan siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Kedekatan antara mahasiswa lokal dan internasional juga diperkuat melalui berbagai kegiatan non-akademik, salah satunya President University International Dinner (PUID). Dalam kegiatan ini, mahasiswa dari berbagai negara berkumpul dalam suasana santai untuk berbagi budaya, memperkenalkan makanan tradisional dari negara masing-masing, serta menceritakan tradisi yang mereka bawa.
Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya berinteraksi di ruang kelas, tetapi juga membangun pertemanan lintas negara secara lebih personal. Suasana yang terbuka dan inklusif ini membuat mahasiswa lokal dan internasional dapat berbaur dengan mudah, saling mengenal, serta tumbuh bersama dalam komunitas kampus yang multikultural.
Sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan bertaraf internasional, President University secara konsisten menyelenggarakan dua seri utama, yaitu President University Ambassador Lecture (PUAL) dan President University United Nations (PUUN). Melalui kedua program rutin mingguan ini, President University menghadirkan para duta besar dari berbagai negara serta perwakilan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen kampus dalam memperluas wawasan global mahasiswa.
Melalui sesi-sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para praktisi diplomasi dan perwakilan organisasi internasional mengenai isu-isu global, hubungan antarnegara, kerja sama multilateral, serta dinamika geopolitik dunia. Interaksi langsung ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang posisi dan peran Indonesia dalam komunitas global, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa terhadap berbagai peluang karier di tingkat internasional.
Tidak hanya unggul dalam menghadirkan perspektif global, President University juga secara rutin menyelenggarakan President University Ministerial Lecture (PUML), yang menghadirkan perwakilan kementerian Republik Indonesia.
Baca Juga: President University Gelar Konser Virtual di Roblox, Akrabkan Ruang Virtual dengan Generasi Muda
Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan kebijakan, tantangan strategis, serta isu-isu aktual baik di tingkat nasional maupun internasional. Kombinasi antara perspektif diplomasi global dan kebijakan domestik ini memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sekaligus membentuk lulusan yang memiliki pemahaman utuh terhadap dinamika dunia internasional dan Indonesia.
Rektor President University, Handa Abidin, S.H., LL.M., Ph.D., menegaskan bahwa berbagai inisiatif internasional tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang kampus dalam membangun standar pendidikan yang kompetitif di tingkat global.
“President University tidak hanya ingin bersaing dengan universitas-universitas ternama di Indonesia. Kami ingin bersaing dengan universitas-universitas ternama dunia,” ujarnya dalam keterangan Jumat (13/3/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: