Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perjalanan Bisnis Agung Afif Membangun Komodo Luxury Dari Labuan Bajo ke Charter Premium

Perjalanan Bisnis Agung Afif Membangun Komodo Luxury Dari Labuan Bajo ke Charter Premium Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pada 2014, Labuan Bajo belum dikenal luas sebagai destinasi wisata internasional. Kota pelabuhan kecil di ujung barat Pulau Flores itu masih memiliki akses terbatas dan belum menunjukkan potensi besar di sektor kapal pesiar mewah.

Satu dekade kemudian, Agung Afif mengelola Komodo Luxury, perusahaan penyewaan kapal pesiar yang beroperasi dari pelabuhan Labuan Bajo untuk pelayaran privat di perairan Taman Nasional Komodo hingga Raja Ampat.

Komodo Luxury berada di bawah naungan Juara Holding Group, perusahaan induk yang didirikan Afif pada 2017 dan berkantor pusat di Bali.

Afif, yang berasal dari Sumatera Barat, memulai bisnis pariwisata di Labuan Bajo pada usia awal 20-an dengan mendirikan IndonesiaJuara Trip. Pada masa awal, ia menawarkan paket wisata kelompok ke pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.

“Saya menjalankan semuanya sendiri, mulai dari pemasaran online, menjawab pertanyaan wisatawan, hingga ikut naik kapal sebagai pemandu,” kenang Afif dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai modal awal, ia mengandalkan pendapatan dari tur yang diputar kembali untuk menyewa lebih banyak kapal dan merekrut kru. Bisnisnya berkembang secara bertahap, dengan penambahan kapal satu per satu.

Di saat banyak operator wisata di Labuan Bajo masih bergantung pada agen perjalanan konvensional, Afif memilih memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau wisatawan mancanegara secara langsung. Upaya tersebut berbuah hasil ketika pada 2022 platform TripAdvisor memberikan penghargaan Travelers’ Choice kepada IndonesiaJuara Trip.

Titik balik bisnis Afif terjadi ketika tren pasar mulai bergeser ke pengalaman wisata privat. Wisatawan semakin memilih menyewa kapal secara eksklusif bersama keluarga atau rekan dekat, dibandingkan bergabung dalam tur kelompok.

Melihat perubahan tersebut, Komodo Luxury kemudian fokus pada layanan charter premium dengan pemesanan privat, itinerary yang dapat disesuaikan dengan keinginan tamu, serta standar layanan yang lebih eksklusif.

“Transisi dari tur kelompok ke charter privat bukan sekadar mengganti nama,” kata Afif. “Kami harus melatih ulang seluruh kru, membenahi standar kapal, dan membangun sistem operasional yang berbeda.”.

Untuk mengelola berbagai lini bisnisnya, Afif mendirikan Juara Holding Group pada 2017. Saat ini, grup tersebut menaungi sejumlah merek, antara lain Komodo Luxury yang bergerak di layanan charter kapal pesiar, IndonesiaJuara Trip yang menawarkan tur petualangan, Bali Premium Trip untuk wisata premium di Bali, serta unit produksi konten.

Komodo Luxury mengelola armada kapal dengan berbagai kelas, mulai dari phinisi berkapasitas belasan penumpang hingga superyacht yang dilengkapi suite dan jacuzzi.

Berbeda dengan banyak operator lain, perusahaan ini mengoperasikan kapal secara langsung, bukan sebagai agen perantara. Perawatan kapal, pelatihan kru, standar keselamatan, hingga layanan di atas kapal berada di bawah kendali manajemen perusahaan.

Rute utama Komodo Luxury mencakup perairan Taman Nasional Komodo dengan destinasi populer seperti Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pink Beach. Selain itu, perusahaan juga menawarkan pelayaran ke Raja Ampat di Papua Barat Daya bagi wisatawan yang mencari destinasi yang lebih terpencil.

Pada 2025, TripAdvisor kembali memberikan penghargaan Travelers’ Choice kepada Komodo Luxury atas layanan charter premiumnya.

Memasuki 2026, Komodo Luxury juga menghadapi sejumlah tantangan regulasi di Labuan Bajo. Penerapan kuota kunjungan sebanyak 1.000 orang per hari di Taman Nasional Komodo pada Maret 2026, larangan navigasi malam di sepuluh zona maritim, serta penghentian pelayaran saat cuaca buruk membuat operator kapal harus menyesuaikan strategi operasional.

Menurut laporan TTG Asia, sejumlah operator mulai mengalihkan rute pelayaran ke destinasi alternatif seperti Alor dan Sumbawa. Komodo Luxury juga mengambil langkah serupa dengan memperkuat rute Raja Ampat serta menawarkan pelayaran multi-destinasi dengan Komodo sebagai bagian dari itinerary Flores.

Baca Juga: Pelaku Pariwisata Nantikan Kembalinya Izin Aktivitas Pelayaran di Labuan Bajo

Di tengah dinamika tersebut, pada awal 2026 Afif diterima sebagai anggota Forbes Business Council, organisasi keanggotaan internasional di bawah naungan Forbes yang menyeleksi pengusaha berdasarkan pencapaian bisnis.

Sebelumnya, Juara Holding Group juga terlibat sebagai mitra strategis dalam turnamen Golfphoria 2025 yang digelar di Bali International Golf.

Bagi Komodo Luxury dan Juara Holding Group, dekade kedua perjalanan bisnis mereka akan menghadirkan tantangan yang berbeda dari dekade pertama. Jika sepuluh tahun pertama diwarnai upaya membangun usaha dari nol, maka periode berikutnya akan menjadi fase untuk bertahan dan berkembang di pasar pariwisata yang semakin kompleks.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: