Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Buyback Saham, Emiten Boy Thohir (MBMA) Siapkan Rp1,7 Triliun

Buyback Saham, Emiten Boy Thohir (MBMA) Siapkan Rp1,7 Triliun Kredit Foto: Merdeka Battery
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten milik Boy Thohir, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp1,7 triliun. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan, sekaligus untuk menjaga stabilitas harga saham Perseroan. 

"Perseroan dengan ini memberitahukan kepada para pemegang saham dan para pemangku kepentingan bahwa Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya 1,8 miliar lembar saham dengan alokasi dana maksimum Rp1,7 triliun (termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya)," kata manajemen.

Pelaksanaan buyback tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap dalam periode paling lama tiga bulan, yakni mulai 17 Maret hingga 16 Juni 2026. Dalam prosesnya, Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk menjalankan aksi pembelian kembali saham tersebut di pasar.

"Pembelian kembali saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya POJK 13/2023 dan POJK 29/2023," ujar manajemen.

Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan menilai program buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap operasional maupun kondisi keuangan. Perseroan memperkirakan pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan menurunkan pendapatan maupun menambah beban pembiayaan.

Baca Juga: Astra (ASII) Gelontorkan Rp2 Triliun untuk Gelar Buyback Saham

Baca Juga: Tunggu Restu Investor, ADRO Bakal Buyback Saham Rp4 Triliun

Selain itu, aksi korporasi ini juga tidak akan menimbulkan perubahan material terhadap proforma laba per saham. Meskipun buyback akan mempengaruhi rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar, dampaknya diperkirakan tidak merugikan kinerja perusahaan.

"Pelaksanaan pembelian kembali saham diharapkan tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional Perseroan. Pembelian kembali saham ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan nilai fundamental Perseroan secara lebih wajar," tambah manajemen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri