Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Emiten Boy Thohir (MBMA) Naik 29,77% Meski Pendapatan Menyusut di 2025

Laba Emiten Boy Thohir (MBMA) Naik 29,77% Meski Pendapatan Menyusut di 2025 Kredit Foto: Merdeka Battery
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan kinerja yang menarik sepanjang tahun buku 2025, dengan lonjakan laba bersih di tengah penurunan pendapatan. Kondisi ini mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi yang dijalankan Perseroan.

Emiten Boy Thohir ini membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD29,56 juta, meningkat 29,77% dibandingkan USD22,78 juta pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar juga naik menjadi USD0,00027 dari USD0,00021.

Namun dari sisi top line, pendapatan usaha tercatat menurun menjadi USD1,43 miliar dari USD1,84 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari nickel pig iron (NPI) sebesar USD820,77 juta, nikel matte USD268,14 juta, bijih nikel limonit USD256,47 juta, serta lainnya USD89,12 juta.

Penurunan pendapatan ini berhasil diimbangi dengan efisiensi beban. Beban pokok pendapatan turun signifikan menjadi USD1,26 miliar dari USD1,73 miliar. Hal ini mendorong laba kotor melonjak menjadi USD166,48 juta dari USD114,10 juta.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan yang kuat. Laba usaha MBMA naik menjadi USD131,25 juta dari USD79,82 juta, mencerminkan peningkatan efisiensi dan pengendalian biaya yang optimal.

Baca Juga: Buyback Saham, Emiten Boy Thohir (MBMA) Siapkan Rp1,7 Triliun

Baca Juga: Pendapatan Turun, Rugi MDKA Bengkak Jadi USD62,06 Juta pada 2025

Dari sisi neraca, total aset MBMA meningkat menjadi USD3,73 miliar dari USD3,43 miliar. Liabilitas tercatat naik menjadi USD1,38 miliar dari USD1,08 miliar, sementara ekuitas relatif stabil di kisaran USD2,34 miliar.

Secara keseluruhan, MBMA berhasil menjaga pertumbuhan profitabilitas meskipun menghadapi tekanan pada pendapatan. Strategi efisiensi biaya menjadi kunci utama dalam menopang kinerja di tengah dinamika industri nikel global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement