Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kebut Proyek Masela, Bahlil: Danantara Siap Serap 9 Juta Ton LNG

Kebut Proyek Masela, Bahlil: Danantara Siap Serap 9 Juta Ton LNG Kredit Foto: Kementerian ESDM
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan agar produksi gas dari Lapangan Abadi Masela sebesar 9 juta ton LNG per tahun (9 Million Tonnes Per Annum/MTPA), dibeli oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), apabila belum ada pembeli serius hingga akhir April 2026.

Langkah tersebut diusulkan guna memberikan kepastian pasar bagi proyek gas raksasa tersebut, sekaligus mempercepat penyelesaian tahap Front End Engineering and Design (FEED) yang saat ini tengah berjalan.

Usulan itu disampaikan Bahlil dalam pertemuannya dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda pada Minggu (15/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga meminta operator proyek, INPEX Masela Ltd, memajukan target penyelesaian FEED pada kuartal II 2026.

"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi."

"Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan."

"Apalagi itu kampung ibu saya."

"Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC," ujar Bahlil dalam keterangannya, dikutip pada Senin (16/3/2026).

Untuk mempercepat proses tersebut, Bahlil menawarkan agar produksi LNG dari Lapangan Abadi Masela sebesar 9 MTPA, dapat diserap oleh Danantara jika hingga akhir April 2026 belum ada komitmen pembelian dari pasar.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian bagi pengembangan proyek, sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik dan program hilirisasi energi nasional.

"Supaya ada kepastian buyer."

"Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi."

"Jadi kami saja yang membeli," tutur Bahlil.

Menanggapi hal tersebut, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda menyatakan komitmen perusahaan untuk mempercepat realisasi Proyek Abadi Masela, setelah berdiskusi dengan Pemerintah Indonesia.

“Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi."

"Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," ucap Ueda.

Proyek Abadi Masela merupakan salah satu investasi energi terbesar di Indonesia, dengan nilai mencapai sekitar US$20 miliar atau setara Rp339 triliun (kurs Rp16.900 per dolar AS).

Lapangan tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, ditambah 150 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd) untuk pipa domestik serta 35.000 barel kondensat per hari.

Volume produksi LNG dari proyek ini bahkan diperkirakan setara dengan lebih dari 10% impor LNG tahunan Jepang, menjadikannya salah satu proyek gas strategis di kawasan Asia Pasifik.

Blok Masela dikelola oleh INPEX Masela Ltd dengan hak partisipasi sebesar 65%, bersama PT Pertamina Hulu Energi Masela (20%) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15%).

Baca Juga: Groundbreaking LNG Abadi Masela Dikejar Maret, Kompensasi Warga Masih Dihitung

Dari sisi administrasi, perkembangan proyek ini juga menunjukkan kemajuan setelah sejumlah perizinan strategis berhasil diselesaikan pada awal 2026.

Persetujuan lingkungan melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diterbitkan pada 13 Februari 2026, menyusul persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Tag Terkait: