Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga saham di pasar.
Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp2 miliar untuk aksi buyback tersebut. Nilai saham yang akan dibeli kembali nantinya akan menyesuaikan dengan harga saham yang berlaku di pasar, sehingga jumlah saham yang diserap Perseroan akan bergantung pada harga saham di pasar bursa.
Pelaksanaan buyback ini akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada 17 Maret 2026 hingga 17 Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, Perseroan juga memiliki opsi untuk menghentikan program tersebut sewaktu-waktu dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan ketentuan dalam POJK No. 13/2023, jumlah saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 20% dari total modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Selain itu, perusahaan juga memastikan bahwa porsi saham free float setelah pelaksanaan buyback tidak akan turun di bawah 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.
Manajemen GEMA menilai program ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan.
"Perseroan memperkirakan tidak ada dampak menurunnya pendapatan akibat dari pelaksanaan pembelian kembali saham. Sedangkan dampak pembelian kembali saham atas pembiayaan Perseroan sangat kecil," kata manajemen.
Dalam pelaksanaannya, transaksi pembelian kembali saham akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menunjuk PT Artha Sekuritas Indonesia sebagai anggota bursa yang akan memfasilitasi transaksi buyback tersebut.
Baca Juga: Buyback Saham, Emiten Boy Thohir (MBMA) Siapkan Rp1,7 Triliun
Baca Juga: Astra (ASII) Gelontorkan Rp2 Triliun untuk Gelar Buyback Saham
Manajemen juga menegaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi investor sekaligus menjaga stabilitas harga saham perusahaan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
"Pembelian kembali saham diharapkan dapat menstabilkan harga saham Perseroan dalam kondisi pasar yang fluktuatif, selain memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham Perseroan secara fundamental," ujar manajemen.
Di lantai bursa, saham GEMA pada sesi pertama perdagangan Selasa (17/3) terpantau turun -1,22% ke level Rp81. Dalam sebulan terakhir, sahamnya ambruk -11,83% dan jeblok -15,46% sepanjang tahun berjalan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: