Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Sirkel' Trump Strategi Amerika Meleset, Iran Kini yang Tentukan Kapan Perang Selesai

'Sirkel' Trump Strategi Amerika Meleset, Iran Kini yang Tentukan Kapan Perang Selesai Kredit Foto: Istimewa

Masalah struktural turut memperumit situasi. Dikutip dari CNN, Gedung Putih telah memangkas drastis Dewan Keamanan Nasional (National Security Council/NSC) selama setahun terakhir, melemahkan fungsi koordinasi lintas lembaga yang biasanya menjadi tulang punggung perencanaan perang.

"NSC dulu adalah penyintesis akhir sebelum pertemuan deputi atau pimpinan untuk persetujuan. Tanpa proses lintas lembaga yang dipimpin NSC, perencanaan menjadi berantakan," kata satu pejabat senior AS.

Iran telah menegaskan bahwa jika Trump memutuskan mengakhiri perang, mereka bisa terus menembakkan rudal dan roket sampai mendapat jaminan bahwa ini adalah akhir yang sesungguhnya, bukan sekadar gencatan sementara.

Bagi Trump, menarik diri pun tidak mudah, karena Iran bisa tetap menutup Selat Hormuz dan mendorong harga minyak ke level yang memaksa AS terlibat kembali.

Menurut laporan NPR, Israel menyatakan masih ada ribuan target di Iran dan perang diperkirakan berlangsung setidaknya tiga pekan lagi.

Trump memperingatkan akan "sangat buruk bagi masa depan NATO" jika negara-negara anggota gagal membantu mengamankan Selat Hormuz, namun NATO, China, Jepang, Korea Selatan, dan Prancis semuanya menolak bergabung.

Baca Juga: Kemenhub Bantah Seluruh Penerbangan Luar Negeri Dihentikan Gegara Perang AS - Iran

Sebagian orang di lingkaran presiden kini meyakini operasi darat mungkin menjadi satu-satunya jalan menuju kemenangan.

Namun para sekutu Trump yang sama juga yang paling keras memperingatkan Gedung Putih agar tidak terburu-buru, dengan mengakui bahwa pilihan presiden semakin menyempit seiring setiap langkah eskalasi yang diambil.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Fajar Sulaiman

Tag Terkait: