- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
ENTREV dan Kementerian ESDM Dorong Standarisasi Teknik dan K2 dalam Ekosistem Kendaraan Listrik
Kredit Foto: Istimewa
ENTREV bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Evaluasi dan Penyempurnaan Aspek Keselamatan Infrastruktur KBLBB di Indonesia" pada 12 Maret 2026 di Jakarta.
Melalui forum ini, Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi isu dan tantangan terkait standar teknis dan keselamatan ketenagalistrikan (K2) pada sistem pengisian daya dan instalasi pendukung.
Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi masukan dalam pembaruan Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, sekaligus mendorong percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Dalam diskusi ini juga terlihat meningkatnya keterlibatan perempuan dalam komunitas kendaraan listrik mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Data komunitas Wuling Electric Vehicle Indonesia (WEVI) hingga 2025 menunjukkan bahwa sekitar seperempat dari total 3.500 anggota komunitas kendaraan listrik merupakan perempuan.
Sementara itu, mayoritas lainnya masih didominasi laki-laki. Meski demikian, angka tersebut menandakan bahwa minat dan peran perempuan dalam ekosistem kendaraan listrik terus tumbuh, baik sebagai pengguna aktif maupun sebagai penggerak komunitas. Dan upaya peningkatan kesadaran K2 jelas perlu menyasar ke perempuan.
ENTREV melihat perkembangan ini sebagai momentum penting untuk terus memperkuat partisipasi perempuan. Kehadiran perempuan dalam komunitas kendaraan listrik tidak hanya memperkaya perspektif dalam pengembangan ekosistem, tetapi juga mendorong lahirnya ruang diskusi tentang kenyamanan dan keselematan yang lebih inklusif serta kolaborasi yang lebih luas di tengah masyarakat.
Nasrullah Salim, National Project Manager ENTREV menyatakan, “Partisipasi perempuan dalam komunitas kendaraan listrik menunjukkan bahwa transformasi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan semakin diterima oleh berbagai kalangan. Kami melihat perempuan tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai penggerak yang mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan dapat diberdayakan dalam kampanye yang berhubungan dengan standarisasi teknik dan keselamatan ketenagalistrikan (K2)."
“Semakin banyak perempuan yang terlibat, semakin kuat juga fondasi komunitas kendaraan listrik di Indonesia. Kami percaya, keterlibatan yang inklusif akan mempercepat terwujudnya ekosistem mobilitas listrik yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutup Nasrullah Salim.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: