Ajinomoto Kurangi 1.736 Ton Plastik di Tengah Lonjakan Sampah Nasional
Kredit Foto: Ajinomoto
Grup Ajinomoto Indonesia mencatat pengurangan penggunaan plastik sebesar 1.736 ton sepanjang 2025 melalui inovasi kemasan dan program pengelolaan sampah, di tengah proyeksi World Bank yang memperkirakan volume sampah plastik nasional mencapai 9,9–12,4 juta ton per tahun atau sekitar 13,98% dari total timbulan sampah.
Langkah tersebut dilakukan melalui integrasi program keberlanjutan dalam inisiatif Ajinomoto Health Provider yang difokuskan pada penguatan pengelolaan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.
Perusahaan mengembangkan inovasi kemasan ramah lingkungan sejak 2020, termasuk penggunaan mono-material, material daur ulang, serta pengurangan ketebalan kemasan untuk menekan penggunaan plastik.
Ajinomoto juga memperkenalkan kemasan AJI-NO-MOTO® berbasis kertas yang mampu mengurangi penggunaan plastik hingga 30%. Sementara itu, produk Masako® melalui kebijakan “No Inner Plastic” dan pengurangan komponen kemasan mencatat efisiensi plastik sebesar 8,4%, serta Sajiku® melalui kemasan mono-material menghemat hingga 9,5% per kemasan.
Secara keseluruhan, inovasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target nasional pengurangan sampah plastik sebesar 30% pada 2029–2030, sekaligus memenuhi regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Di sisi hilir, Ajinomoto memperluas pengelolaan sampah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Perusahaan bekerja sama dengan startup Rekosistem untuk menyediakan fasilitas waste station di Surabaya dan Mojokerto, serta bermitra dengan sejumlah bank sampah di Jakarta Timur, Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya.
Melalui inisiatif tersebut, Ajinomoto mencatat penanganan 352 ton sampah sepanjang 2025, termasuk melalui skema pemberdayaan masyarakat yang membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah.
Selain pengelolaan fisik, perusahaan juga mengembangkan program edukasi melalui Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri) dan Greenducation yang menargetkan peningkatan kesadaran pemilahan sampah.
Program tersebut telah menjangkau 2.400 peserta dari komunitas, sekolah, dan pelaku usaha kecil, serta menyediakan fasilitas drop box untuk mendukung pengumpulan sampah kemasan secara terpilah.
Baca Juga: Jakarta Belum Punya Lahan PSEL? Begini Rencana Menko Pangan Atasi 9.000 Ton Sampah Ibu Kota
Baca Juga: Mudik Lebaran, Menteri LH Pastikan Terminal Siap Kelola Sampah
Edukasi serupa juga diterapkan secara internal kepada karyawan melalui program nasional yang mendorong pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan residu.
Head of Corporate Communication PT Ajinomoto Indonesia Grant Senjaya menyatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas kontribusi keberlanjutan.
“Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat. Ajinomoto juga berharap rangkaian program ini dapat memberikan dampak nyata, mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: