Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Lelang 13 Blok Migas di IPA Convex 2026, Natuna D-Alpha hingga Papua Jadi Rebutan Investor

Pemerintah Lelang 13 Blok Migas di IPA Convex 2026, Natuna D-Alpha hingga Papua Jadi Rebutan Investor Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah kembali membuka keran investasi hulu migas dengan melelang 13 wilayah kerja (WK) migas dalam ajang IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026. Langkah ini menjadi sinyal agresif pemerintah untuk menggenjot eksplorasi migas nasional di tengah tantangan menjaga produksi energi dalam jangka panjang.

Dari total blok yang ditawarkan, dua wilayah kerja dilelang melalui mekanisme penawaran langsung (direct offer), sementara 11 blok lainnya dibuka melalui skema tender reguler. Sejumlah blok jumbo dengan potensi sumber daya besar seperti Natuna D-Alpha, Namori, hingga Jayapura menjadi magnet utama dalam penawaran kali ini.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menegaskan pemerintah kini memberikan fleksibilitas lebih besar kepada investor dengan membuka opsi kontrak cost recovery maupun gross split di masing-masing wilayah kerja.

“Selain itu juga ada insentif tambahan yang diberikan meliputi fasilitas perpajakan, percepatan depresiasi, serta penggantian Domestic Market Obligation (DMO) fee,” kata Laode dalam pengumuman penawaran blok migas di sela IPA Convex 2026, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, pemerintah juga terus memangkas hambatan investasi melalui penyederhanaan akses data serta relaksasi ketentuan wilayah kerja pada tahap awal eksplorasi.

“Kami juga mempermudah akses data dan menghapus kewajiban pengembalian wilayah kerja pada tahap awal. Berbagai perbaikan ini membuat iklim investasi Indonesia semakin kompetitif, dengan pembagian risiko dan keuntungan yang lebih adil antara pemerintah dan kontraktor,” ujarnya.

Salah satu blok yang paling menyita perhatian adalah WK Natuna D-Alpha di lepas pantai Natuna dengan estimasi sumber daya mencapai 2.865 juta barel minyak (MMBO). Blok ini ditawarkan melalui skema cost recovery dengan split 50:50 untuk minyak dan gas.

Selain Natuna D-Alpha, pemerintah juga menawarkan WK Sapukala di Selat Makassar yang memiliki potensi gas sebesar 2.309 BSCF melalui skema gross split.

Sementara dalam tender reguler, sejumlah wilayah kerja dengan cadangan raksasa tersebar di Papua, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur. WK Jayapura tercatat memiliki estimasi sumber daya mencapai 19,4 TCF gas, sedangkan WK Namori diperkirakan menyimpan potensi hingga 17.475 MMBO atau 38,5 TCF gas.

Pemerintah juga menawarkan WK South Tanimbar dengan estimasi 5,6 TCF gas, WK Rombebai sebesar 14,75 TCF, serta WK Cerera yang menyimpan kombinasi potensi minyak dan gas.

Laode mengatakan proses tender resmi dimulai sejak 20 Mei 2026. Dokumen penawaran dapat diakses melalui portal resmi Kementerian ESDM, dengan batas akhir penyampaian dokumen berbeda untuk tiap skema lelang.

“Bagi pihak yang berminat untuk berpartisipasi, jadwal tender dimulai hari ini (20/5/2026). Dokumen penawaran dapat diakses melalui portal resmi esdm.go.id, dengan batas akhir penyampaian dokumen mulai Mei 2026 hingga Juli 2026 untuk penawaran langsung dan tender reguler wilayah studi ABT 2025,” ungkap Laode.

Baca Juga: Seluruh Blok Migas Terminasi di Aceh Laku Terjual, BPMA Siap Teken Kontrak PSC Tahun Ini

Baca Juga: BPMA Kini Terlibat Langsung Kelola Blok Migas Laut Dalam di Atas 12 Mil

“Sementara wilayah kerja lainnya dengan tender reguler memiliki batas akhir penyampaian hingga September 2026,” lanjutnya.

Seluruh peserta tender juga diberikan akses terhadap Migas Data Repository dan berhak memperoleh paket data gratis setelah melakukan pendaftaran dokumen penawaran.

Langkah pembukaan 13 blok migas ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sekaligus menarik investasi eksplorasi baru di tengah menurunnya produksi dari lapangan-lapangan tua.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra