Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MBG Libur Saat Idul Fitri, Menkeu Bilang Negara Hemat Rp5 Triliun

MBG Libur Saat Idul Fitri, Menkeu Bilang Negara Hemat Rp5 Triliun Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diliburkan sementara selama periode Idul Fitri sebagai bagian dari penyesuaian operasional. Kebijakan tersebut disebut dapat menghemat anggaran negara hingga beberapa triliun rupiah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penghentian sementara program berdampak pada pengurangan belanja pemerintah. Penghematan terjadi karena distribusi bantuan tidak dilakukan selama masa libur.

"Ketua MBG sudah lapor kan ya? Katanya liburan akan diberhentikan katanya. Hemat lumayan berapa triliun. Dia bilang kan, saya udah baca juga tuh," kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa tidak adanya penyaluran selama libur otomatis menekan pengeluaran program. Distribusi bantuan akan kembali berjalan normal setelah periode libur berakhir.

"Jadi yang liburan tidak akan keluar MBG-nya, itu hemat lumayan. Nanti pas itu jalan lagi biasa," tambahnya.

Kebijakan tersebut merujuk pada penjelasan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana terkait jadwal operasional program. Ia sebelumnya menyebut penghentian sementara dapat menghemat anggaran hingga sekitar Rp5 triliun.

Penyaluran MBG ke sekolah dihentikan sejak 13 Maret 2026 sebagai bagian dari penyesuaian menjelang Idul Fitri. Sementara distribusi untuk ibu hamil, menyusui, dan balita dilakukan terakhir pada 17 Maret 2026.

Program tersebut direncanakan kembali berjalan normal pada 31 Maret 2026. Selama periode jeda, distribusi bantuan dilakukan lebih awal sebagai bentuk penyesuaian.

"Itu kurang lebih sekitar Rp5 triliun dihemat dengan seperti itu," tuturnya.

Selain penyesuaian jadwal, pemerintah juga terus mengevaluasi efisiensi anggaran program MBG. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program di tengah tekanan fiskal.

Purbaya menyebut masih terdapat ruang efisiensi dari total pagu anggaran MBG sebesar Rp335 triliun. Optimalisasi dinilai dapat dilakukan tanpa mengurangi manfaat utama program.

"MBG akan diefisienkan, cara mereka belanjanya. Saya pikir MBG itu program yang bagus karena nggak semuanya kaya. Hanya pelaksanaannya dioptimalkan saja," ujar Purbaya.

Baca Juga: Produk China Kuasai E-Commerce, Purbaya Siapkan Strategi Hidupkan Pemain Lokal

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyusun langkah efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga defisit APBN 2026 tetap terkendali.

Upaya penghematan tersebut diarahkan agar tidak mengganggu program prioritas bagi masyarakat.
Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan keberlanjutan program sosial.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Ferry Hidayat