Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lawan Google, Apple Maps Bakal Hadirkan Iklan Berbayar

Lawan Google, Apple Maps Bakal Hadirkan Iklan Berbayar Kredit Foto: Unsplash/Christine Sandu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Apple mengumumkan rencana untuk menghadirkan iklan berbayar dalam layanan dari Apple Maps di Amerika Serikat dan Kanada. Hal ini dalam upayanya memperluas langkah perusahaan ke bisnis periklanan digital dan bersaing dengan Google.

Dikutip dari Reuters, Apple mengatakan bahwa iklan tersebut akan muncul di atas hasil pencarian organik dalam aplikasi peta yang terpasang dalam ratusan juta perangkat dari iPhone.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Diprediksi Menjadi Ponsel Terberat Apple Dengan Baterai 5.200 mAh

Apple menjelaskan bahwa pengiklan nantinya dapat menampilkan lokasi bisnis mereka dalam hasil pencarian, mengklaim dan mengelola lokasi fisik melalui tools khusus dan meningkatkan visibilitas dalam pencarian lokal.

Apple menegaskan bahwa sistem iklan ini tetap mengedepankan privasi pengguna. Data lokasi tidak dikaitkan dengan akun pengguna. Data pribadi juga tetap tersimpan dalam perangkat dan tidak dibagikan ke pihak ketiga, Pendekatan ini menjadi pembeda utama dari Apple.

Apple juga berencana memperbarui alat bisnis tersebut dalam waktu dekat. Langkah ini menempatkan perusahaan tersebut dalam persaingan langsung dengan Google dan Meta. Keduanya diketahui selama ini mendominasi pasar iklan.

Langkah ini muncul di tengah tekanan terhadap sumber pendapatan utama dari Apple. Komisi dari langganan aplikasi dan pendapatan dari kerja sama pencarian dari perusahaan tersebut diketahui tengah dilanda tekanan regulasi hingga ancaman dari perkembangan teknologi dari akal imitasi (AI).

Baca Juga: Apple Disebut Siapkan iPhone 18 Pro dengan Chipset A20 Pro Berfabrikasi 2 Nanometer

Ekspansi Apple ke bisnis iklan juga berpotensi memicu sorotan baru, terutama karena perusahaan membatasi pengumpulan data oleh pihak ketiga, sementara di saat yang sama memperluas bisnis iklannya sendiri. Hal tersebut memunculkan kritik terkait dengan persaingan usaha.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: