- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Freeport Indonesia Catat Biaya Rp12,5 Triliun Akibat Insiden Grasberg 2025
Kredit Foto: Istimewa
PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat biaya terkait insiden mud rush (longsor) di tambang bawah tanah Grasberg, Papua, pada 2025.
Dalam laporan keuangan yang dirilis melalui Singapore Exchange (SGX), PTFI mencatat biaya idle facility dan pemulihan langsung sebesar US$742,7 juta sepanjang 2025, atau setara Rp12,56 triliun (kurs Rp16.907 per dolar AS).
Nilai tersebut terdiri dari US$624,4 juta atau sekitar Rp10,56 triliun dalam biaya produksi, serta US$118,3 juta atau sekitar Rp2,00 triliun dalam beban depresiasi dan amortisasi.
Perusahaan juga mencatat impairment asset sebesar US$60,1 juta atau sekitar Rp1,02 triliun terkait insiden tersebut.
Dalam laporan yang sama, PTFI mencatat pendapatan sebesar US$8,62 miliar atau setara Rp145,73 triliun pada 2025, dibandingkan US$10,32 miliar atau sekitar Rp174,48 triliun pada 2024.
Sementara, laba bersih tercatat sebesar US$2,53 miliar atau sekitar Rp42,77 triliun pada 2025, dibandingkan US$4,14 miliar atau sekitar Rp69,99 triliun pada tahun sebelumnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: