Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba BCA Tembus Rp9,22 Triliun per Februari 2026

Laba BCA Tembus Rp9,22 Triliun per Februari 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat laba bersih sebesar Rp9,22 triliun hingga Februari 2026, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan kinerja operasional yang tetap solid di awal tahun. Kinerja tersebut tercermin dalam laporan keuangan individu tidak diaudit per 28 Februari 2026.

Dalam laporan tersebut, BCA membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp11,34 triliun, dengan beban pajak penghasilan mencapai Rp2,11 triliun. Laba operasional tercatat sebesar Rp11,37 triliun, didorong oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp12,85 triliun.

Pendapatan bunga BCA tercatat sebesar Rp14,98 triliun, sementara beban bunga berada di level Rp2,12 triliun. Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi, provisi, dan administrasi menyumbang Rp3,25 triliun, memperkuat struktur pendapatan non-bunga perseroan.

Namun demikian, kinerja operasional juga dipengaruhi oleh beban, antara lain beban tenaga kerja sebesar Rp3,21 triliun serta beban lainnya sebesar Rp1,94 triliun. Selain itu, perseroan mencatat beban penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp491,11 miliar.

Dari sisi neraca, total aset BCA mencapai Rp1.563,21 triliun hingga Februari 2026. Portofolio kredit tercatat sebesar Rp953,22 triliun, sementara penempatan pada surat berharga mencapai Rp444,84 triliun.

Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) masih menjadi penopang utama likuiditas. Giro tercatat sebesar Rp431,51 triliun, tabungan Rp609,99 triliun, dan deposito Rp186,25 triliun. Total liabilitas mencapai Rp1.283,75 triliun, sedangkan ekuitas tercatat sebesar Rp279,46 triliun.

Baca Juga: Direktur Borong Saham BBCA, Habiskan Dana Rp2,02 Miliar

Baca Juga: BI Rate Diproyeksi Kembali Tertahan di Level 4,75%, BCA Soroti Tekanan Eksternal

BCA juga mencatat total laba ditahan dan laba berjalan sebesar Rp262,70 triliun, dengan kontribusi laba periode berjalan sebesar Rp9,22 triliun hingga akhir Februari 2026.

Selain itu, total laba komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp8,91 triliun setelah memperhitungkan penghasilan komprehensif lain yang negatif sebesar Rp312,67 miliar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri