Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PT Mobil Anak Bangsa Gandeng Perusahaan China Kembangkan Bisnis Leasing Mobil Listrik

PT Mobil Anak Bangsa Gandeng Perusahaan China Kembangkan Bisnis Leasing Mobil Listrik Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mobil Anak Bangsa (MAB) resmi menggandeng perusahaan asal China, Shandong Runhorse Electric Vehicle Co., Ltd., untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kemitraan strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat (24/4).

Fokus utama dari kolaborasi kedua perusahaan ini adalah pengembangan bisnis penyewaan (leasing) kendaraan listrik dengan target jangka panjang mencapai 5.000 unit. Cakupan kerja sama ini meliputi manajemen operasional leasing, pengembangan pasar, hingga penyediaan layanan pendukung.

Implementasi proyek ini akan dilakukan secara bertahap. Sebagai langkah awal, PT MAB dan Shandong Runhorse EV menargetkan perakitan sebanyak 1.000 unit kendaraan listrik.

Tahap perdana ini dirancang sebagai fondasi untuk membangun skala operasional sekaligus menguji kesiapan implementasi di pasar domestik.

Direktur Utama PT MAB, Kelik Irwantono, menyatakan bahwa kolaborasi lintas negara ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan tanpa emisi di Tanah Air.

"Kerja sama ini tidak hanya memperluas akses terhadap kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia secara menyeluruh," ujar Kelik dalam keterangan resminya.

Kemitraan ini dinilai strategis karena memadukan keunggulan masing-masing pihak. PT MAB akan memaksimalkan jaringan distribusi, pemasaran, serta pengalamannya dalam operasional lokal di Indonesia. Sementara itu, Shandong Runhorse EV akan menyokong dari sisi keahlian manufaktur, penjualan, dan teknologi pendukung kendaraan listrik.

Ke depannya, kedua belah pihak akan terus melakukan kajian bersama guna mematangkan struktur skema bisnis. Langkah ini diambil agar implementasi kerja sama dapat berjalan secara terukur, adaptif terhadap dinamika pasar Indonesia, dan memberikan kontribusi nyata bagi mobilitas yang efisien serta ramah lingkungan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat