Mengklaim Iran Akan Memberikan 'Hadiah' bagi AS, Trump: 'Kami Berurusan dengan Orang yang Tepat'
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeklaim bahwa negosiasi antara AS dan Iran masih terus berjalan.
Pernyataan yang disampaikan di Gedung Putih pada Selasa (24/3) ini bertolak belakang dengan sikap pemerintah Iran yang membantah adanya perundingan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Di hadapan awak media, Trump membeberkan bahwa sejumlah nama besar di pemerintahannya telah dikerahkan untuk berunding dengan Iran. Tim tersebut meliputi Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Utusan Gedung Putih Steve Witkoff, hingga menantunya sendiri, Jared Kushner.
Trump meyakini bahwa Iran saat ini memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan.
Ketika ditanya apa yang membuatnya kembali mempertimbangkan jalur diplomasi dengan Iran, ia menjawab dengan singkat, "Mereka berdiskusi dengan kami, dan apa yang mereka sampaikan masuk akal."
Trump juga mengklaim bahwa Iran telah memberikan sebuah 'hadiah' bagi Amerika Serikat. Tapi, giliran dikejar apa yang dimaksud 'hadiah' dan dalam bentuk apa, Trump tidak merinci secara jelas.
Ia hanya memberi isyarat bahwa hal itu berkaitan erat dengan sektor energi dan jalur pelayaran krusial.
"Hadiah tersebut berkaitan dengan minyak dan gas dan kelancaran aliran ke Selat Hormuz," katanya singkat disitat dari CNN.
Ia menambahkan bahwa sikap Iran yang menepati janji memberikan "hadiah" tersebut menjadi sinyal positif bagi AS. "Mereka memberikannya kepada kami, dan mereka bilang akan memberikannya. Jadi, bagi saya itu berarti satu hal: kami sedang berurusan dengan orang-orang yang tepat," tuturnya.
Sehari sebelumnya, Senin (23/3), Trump juga sempat melontarkan klaim bahwa AS telah mencapai "poin-poin kesepakatan utama" dengan Iran dalam perundingan yang digelar pada akhir pekan lalu.
Ia enggan menyebutkan nama negosiator dari kubu seberang, namun menegaskan bahwa AS telah berbicara dengan "seorang tokoh penting" di Iran.
Namun, rentetan narasi optimis dari Trump ini ditepis mentah-mentah oleh pejabat Iran. Kementerian Luar Negeri Iran melalui kantor berita resmi negara IRNA membantah keras bahwa pihaknya telah melakukan negosiasi dalam bentuk apa pun dengan Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: